Waspada Bakteri Penyebab Diare Berikut Ini

Oleh Manda

Waspada Bakteri Penyebab Diare Berikut Ini

Ada beragam bakteri yang tak kasat mata sebagai penyebab diare. Bakteri ini bisa menempel di mana saja, seperti pada makanan, minuman, atau benda-benda mati. Jika paparan bakteri masuk ke dalam mulut, kemungkinan besar risiko infeksi diare bisa mengintai.

Bakteri ini hadir dalam lingkungan yang berbeda. Maka itu, kenali terlebih dulu bakteri yang bisa jadi pemicu diare.

Mengetahui bakteri penyebab diare

Berdasarkan artikel dari StatPearls Publishing, diare dideskripsikan sebagai kondisi masalah sistem pencernaan yang ditandai lebih dari tiga kali frekuensi BAB dengan tekstur feses cair dan pola BAB yang sering. Jika ditelusuri berdasarkan penyebab, ada beberapa bakteri tertentu yang memicu infeksi diare.

Sistem pencernaan yang sehat memiliki bakteri baik di dalamnya. Namun, dalam keadaan diare, ada bakteri jahat yang menginterupsi dan mengakibatkan kerja usus jadi terganggu.

Di sekeliling kita ada beragam bakteri yang memicu terjadinya diare. Secara umum, terdapat empat penyebab umum diare.

1. Bakteri E. coli

Ada beragam jenis bakteri E. coli yang sebagian besar tidak berbahaya dan hidup dalam usus manusia atau hewan. Namun, ada jenis E. coli yang memiliki racun kuat dan menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan, E. coli merupakan bakteri yang dapat ditularkan melalui makanan (foodborne disease). Makanan yang terkontaminasi bakteri E. coli dan dikonsumsi dapat menyebabkan gejala diare, mulai dari keram perut, muntah, demam, hingga BAB berdarah.

Penularan bakteri E. coli bisa disebabkan dari daging sapi giling yang terkontaminasi dan belum betul-betul matang. Bakteri ini biasanya hidup dalam usus sapi yang sehat. Namun, belum diketahui berapa jumlah organisme E. coli yang menyebabkan diare.

Sayangnya, tidak ada tanda-tanda spesifik untuk mengetahui daging sapi yang tercemar E. coli, sehingga untuk meminimalkan risiko diare Anda perlu memasak daging sapi hingga betul-betul matang.

Adapun penularan lain bakteri E. coli penyebab diare, bisa ditularkan dari paparan tinja orang yang diare kepada orang lain. Misalnya, ketika ia tak mencuci tangannya dengan bersih setelah BAB dan menyentuh orang lain. Maka itu, penting untuk cuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh guna mengurangi penularan.

2. Bakteri Salmonella

Bakteri penyebab diare ini menginfeksi usus dan menimbulkan gejala demam dan sakit perut mulai dari 12 hingga 72 jam setelah infeksi. 

Pada beberapa kasus, infeksi bakteri Salmonella ini bisa menyebar dari usus ke aliran darah dan mulai menyebar ke bagian tubuh tertentu. Pengobatannya memerlukan antibiotik jika ditemui gejala yang serius. 

Salmonella dapat ditularkan melalui makanan mentah yang telah terkontaminasi feses hewan. Bakteri bisa saja tinggal pada daging sapi, daging unggas, susu, atau telur. Di samping itu, makanan seperti beragam sayuran dan buah-buahan yang belum dicuci mungkin saja bisa terkontaminasi. 

Namun, bakteri ini bisa mati jika bahan makanan dicuci bersih dan dimasak dengan matang. Setelah dicuci dan dimasak matang, barulah bahan makanan aman untuk dikonsumsi.

3. Bakteri Shigella

Ada beragam bakteri Shigella penyebab diare yang mengiritasi dinding usus. Infeksi bakteri Shigella lebih eksis dengan nama Shigella Gastroenteritis maupun traveler’s diarrhea

Biasanya bakteri Shigella sering ditemui pada negara berkembang. Paparan bakteri ini dipicu sanitasi yang buruk, kontaminasi air maupun makanan, dan kondisi pemukiman yang padat penduduk. 

Gejala berkembang satu sampai tujuh hari setelah seseorang terpapar bakteri. Infeksi bakteri ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti mulas hingga keram perut, demam, BAB berlendir hingga berdarah, mual dan muntah, serta mencret.

Sama seperti perawatan lainnya, agar terhindar dari bakteri Shigella, Anda perlu menjaga kebersihan diri, termasuk saat menyiapkan hingga memasak makanan. Hindari pula makanan atau minuman yang kotor atau terkontaminasi, sehingga Anda dan keluarga bisa terhindar dari kemungkinan diare akibat Shigella.

4. Campylobacter

Hampir sama dengan bakteri lainnya, Campylobacter bisa menjadi penyebab diare yang tinggal pada makanan mentah, terkontaminasi, dan daging unggas. Bakteri ini juga ditemukan pada susu mentah, air yang terkontaminasi, dan feses hewan.

Beberapa orang yang terinfeksi Campylobacter tidak bergejala pada awalnya. Namun, gejala akan muncul setelah dua sampai lima hari pascainfeksi. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, kelelahan, mual, dan muntah.

Kita tak pernah tahu makanan atau benda apa saja yang telah terpapar bakteri. Maka itu, tetap pastikan Anda tetap memasak makanan hingga matang sempurna dan tetap memperhatikan kebersihan diri sebagai pencegahan diare.

Timbul gejala diare, jangan tunda untuk menanganinya

Ada beragam bakteri penyebab diare dan gejalanya yang hampir sama. Jika Anda mengalami mencret (frekuensi BAB sering dan berair) dan sakit perut, segera minum obat diare. Tuntaskan gejala dan penyebab diare dengan Entrostop yang mengandung attapulgite dan pectin.

Kedua senyawa aktif ini bekerja dengan cara membuang racun dan meredakan gejala diare. Jangan lupa untuk tetap banyak minum supaya Anda terhindar dari dehidrasi, komplikasi yang mungkin berkembang akibat diare. Istirahat yang cukup agar pemulihan tetap optimal.

Referensi:

default – Stanford Children’s Health. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=viruses-bacteria-and-parasites-in-the-digestive-tract-90-P02019

Shigellosis: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000295.htm

Campylobacter Infections: MedlinePlus. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://medlineplus.gov/campylobacterinfections.html

Information, H., Diseases, D., Causes, S., Diarrhea, S., Center, T., & Health, N. (2020). Symptoms & Causes of Diarrhea | NIDDK. Retrieved 3 July 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes

Nemeth, V., & Pfleghaar, N. (2020). Diarrhea. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448082/