4 Tips Jaga Kesehatan untuk Penyuka Makanan Pedas

Oleh Willy

4 Tips Jaga Kesehatan untuk Penyuka Makanan Pedas

Meski menimbulkan sensasi nikmat, pedasnya cabai juga bisa menimbulkan masalah kesehatan. Masalah ini muncul karena senyawa capsaicin yang terdapat pada cabai. Senyawa ini dapat menyebabkan sakit perut akibat radang lambung, memicu diare, dan menimbulkan gejala penyakit radang usus. Yuk, simak tips penting supaya tetap mampu menikmati makanan pedas.

Tips jaga kesehatan untuk penggemar makanan pedas

Banyak cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari masalah kesehatan ketika menikmati sajian pedas. Dengan melakukan tips di bawah ini, Anda dapat meminimalisasi risiko-risiko yang mungkin timbul setelah mengonsumsi santapan pedas favorit Anda.

Hindari makan pedas saat perut kosong

Ketika waktunya sarapan atau perut dalam keadaan kosong karena telat makan, lebih baik memilih masakan yang tidak pedas. Alasan utamanya karena senyawa capsaicin mampu mengiritasi saluran pencernaan dan lapisan perut. Alhasil, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dapat membuat lapisan perut dan saluran pencernaan menjadi lebih lemah.

Selain itu, pedasnya cabai yang dicerna oleh perut dapat memicu:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Muntah

Oleh sebab itu, hindari makanan pedas ketika perut kosong, seperti waktu sarapan.

Minum air putih dan rutin sikat gigi

Mengutip dari National Health Security (NHS), salah satu penyebab bau napas tidak sedap adalah makanan pedas. Sajian jenis inii kerap diolah bersamaan dengan berbagai jenis rempah atau bahan makanan dengan bau menyengat. Supaya terbebas dari masalah bau mulut alias halitosis, rutin sikat gigi dapat membantu menjaga kesegaran napas.

Tambahan lagi, penggemar santapan pedas harus rutin sikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini penting karena banyak mengonsumsi hidangan pedas dapat meningkatkan risiko asam lambung naik ke area mulut. Akibatnya, kadar keasaman (pH) di mulut menjadi terganggu.

Apabila lingkungan mulut terlalu asam, lapisan pelindung gigi menjadi lebih mudah terkikis dan menyebabkan kerusakan gigi seiring waktu. Oleh sebab itu, cegah masalah kesehatan gigi dan mulut dengan minum air putih setelah menyantap sajian pedas dan rutin sikat gigi setidaknya dua kali setiap hari.

Hindari langsung menyikat gigi sehabis makan pedas. Beri jeda sebanyak 30 menit jika ingin menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Makan makanan bervariasi

Kandungan pada hidangan pedas dapat memicu peningkatan banyaknya asam lambung pada beberapa orang. Berdasarkan Harvard Health Publishing, peningkatan tersebut dapat menyebabkan heartburn. Heartburn merupakan gejala dengan sensasi seperti terbakar di dada atau tenggorokan yang terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan.

Maka dari itu, penting sekali agar makanan yang dikonsumsi sehari-hari bervariasi dan bergizi. Pola makan tersebut sudah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan. Sementara itu, jika hanya mengonsumsi santapan pedas dan tidak dibarengi dengan asupan gizi seimbang, dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Sedia obat diare

Kenikmatan hidangan pedas terkadang membuat Anda sulit untuk berhenti. Sayangnya, bagi beberapa orang, terlalu banyak makanan pedas dapat menyebabkan diare. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika diare menyerang?

Obat antidiare, seperti Entrostop mampu membantu meredakan gejala diare yang mungkin terjadi setelah menyantap hidangan pedas. Cara kerja Entrostop dalam meredakan diare terjadi berkat kandungan attapulgite dan pectin. Kombinasi kedua hal ini menyingkirkan racun penyebab diare, mengembalikan tekstur feses menjadi lebih padat sehingga mengurangi frekuensi BAB.

Hasilnya, gejala BAB cair berkurang dan risiko dehidrasi akibat diare menurun.

Haruskah berhenti menikmati makanan pedas?

Menikmati santapan pedas bukanlah hal yang dilarang. Cabai berbahaya untuk kesehatan hanya mitos belaka. Dalam urusan makanan, cabai diketahui memiliki manfaat sebagai bumbu makanan yang lebih sehat daripada garam. Cabai juga berkaitan dengan masa hidup yang lebih lama.

Hal utama harus diingat adalah tidak mengonsumsi santapan pedas terlalu berlebihan. Hindari mengonsumsi santapan pedas jika ada pantangan dari dokter.

Referensi

Acid Reflux and Oral Health [PDF File]. (n.d.). Ontario Dental Hygienists’ Association (ODHA). https://odha.on.ca/wp-content/uploads/2016/08/Acid-Reflux-14-1-final.pdf

Bad breath. (2018, October 3). nhs.uk. Retrieved August 3, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/bad-breath/

Capsaicin: When the “Chili” Is Too Hot. (2014, June 19). Poison Control. Retrieved August 3, 2020, from https://www.poison.org/articles/2010-oct/capsaicin-when-the-chili-is-too-hot

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). Spicy foods associated with longer life, Harvard researchers find. Harvard Health. Retrieved August 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/healthy-eating/spicy-foods-associated-with-longer-life-harvard-researchers-find

Heartburn | Pyrosis | MedlinePlus. (n.d.). MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. Retrieved August 3, 2020, from https://medlineplus.gov/heartburn.html

Spicy foods and your health. (n.d.). Rochester Regional Health | Rochester Regional Health. Retrieved August 3, 2020, from https://www.rochesterregional.org/news/2020/02/spicy-food-health