Cara Mengobati Perut Perih dan Diare Akibat Makan Pedas

Oleh Willy

Cara Mengobati Perut Perih dan Diare Akibat Makan Pedas

Sejumlah orang gemar menyantap makanan dengan jumlah cabai yang banyak. Rasa pedas dari cabai dianggap membuat sejumlah makanan menjadi lebih nikmat. Namun, kandungan pada cabai dapat menimbulkan masalah perut jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, simak cara mengobati perut perih dan panas saat diare akibat makan pedas.

Penyebab masalah perut akibat makan pedas

Rasa pedas pada cabai hadir berkat kandungan bernama kapsaisin alias capsaicin. Senyawa ini membuat makanan dengan cabai menjadi lebih nikmat. Namun, mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat mengakibatkan mual, muntah, perut perih, perut panas, dan diare.

Lantas, bagaimana senyawa ini membuat sejumlah orang mencari cara mengobati perut perih dan panas akibat makan pedas?

Sakit perut yang dirasakan terjadi karena capsaicin mengiritasi saluran pencernaan dan lambung. Kemudian, menurut studi Capsaicin, Nociception and Pain, senyawa ini juga mendorong saraf penerima Transient Potential Vanilloid 1 Receptors (TRPV1) untuk mengirimkan sinyal ke otak saat suhu dalam tubuh sedang panas karena konsumsi capsaicin.

Selanjutnya, iritasi yang terjadi pada usus kecil membuat usus kecil bekerja lebih cepat dalam mengantarkan makanan yang dicerna ke usus besar.

Usus besar ini juga bekerja lebih cepat sebagai reaksi pertahanan akibat banyaknya reseptor TRPV1 yang aktif. Mengingat usus besar bekerja lebih cepat, usus besar tidak menyerap air dengan baik dan membuat Anda bolak-balik ke toilet karena diare. Jika hal ini terus berlangsung, tubuh dapat mengalami dehidrasi akibat diare.

Selain hal-hal di atas, penyebab lain Anda mencari cara mengobati perut perih atau diare akibat makan pedas adalah:

1. Makanan pedas memicu sakit perut akibat radang lambung

Secara tidak langsung, konsumsi makanan pedas dapat memicu radang lambung. Mengapa demikian? Makanan pedas dapat memperlambat pengosongan dan kerja lambung. Hal ini menyebabkan lambung terus mengeluarkan asam untuk memproses makanan. Asam lambung ini dapat mengiritasi dinding lambung, sehingga menyebabkan radang lambung. Efeknya, seseorang dapat mengalami perut perih dan panas, serta mungkin juga diare.

2. Kandungan makanan pedas memicu diare yang disebabkan oleh irritable bowel syndrome (IBS)

Di samping memicu masalah radang lambung, makanan pedas juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang bernama irritable bowel syndrome (IBS). Kondisi ini merupakan gangguan yang dialami pada usus besar. IBS ditandai dengan perut perih hingga sakit perut, kembung, perut bergas, diare ataupun sembelit. 

3. Gejala penyakit radang usus timbul karena dipicu makanan pedas yang dikonsumsi

Makanan pedas mengandung zat capsaicin yang dapat memicu, bahkan memperparah radang usus atau IBS. Ini dikarenakan zat capsaicin dapat memicu peradangan pada usus. Salah satu gejalanya adalah perih, diare, bahkan terdapat darah saat BAB.

Sederhananya, masalah perut akibat makan pedas dapat terjadi karena senyawa capsaicin atau gejala kondisi medis lain yang dipicu oleh hidangan pedas yang dinikmati.

Mengatasi perut perih atau diare akibat makan pedas

Diare membuat Anda tak bisa berkutik dan melakukan kegiatan apapun. Fokusnya hanya tertuju pada perut yang sakit dan ingin segera mengatasinya. Agar gejala perut perih dan panas cepat reda setelah mengonsumsi makanan pedas, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut.

Makanan dan minuman untuk meredakan mencret

Cara sederhana mengobati perut perih dan panas akibat makan pedas adalah minum segelas susu. Kasein, protein pada susu, mampu menetralisasi capsaicin sebelum menyingkirkannya.

Sederhananya, kandungan pada susu bertindak seperti kandungan sabun cuci piring dalam menyingkirkan minyak bekas makanan di piring. Berdasarkan laman ACS, keju cottage dan makanan dari tepung juga mampu meredakan rasa panas dan perih akibat makanan pedas.

Namun, selain segelas susu, ada beberapa makanan maupun minuman yang bisa dikonsumsi untuk meredakan mencret atau diare akibat makanan pedas:

  • Pisang, memadatkan feses yang cair karena diare
  • Saus atau bubur apel, menyamankan perut dengan mengurangi frekuensi BAB
  • Roti panggang, mengurangi gejala umum diare
  • Air kelapa, untuk menggantikan cairan yang hilang dan bantu cegah dehidrasi
  • Prebiotik, seperti yoghurt untuk bantu menyeimbangkan bakteri baik di dalam usus
  • Sup ayam, menghangatkan perut dan membantu jaga cairan elektrolit tubuh

Obat antidiare

Di samping itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat antidiare untuk cepat mengatasi diare. Salah satunya, dengan mengonsumsi Entrostop, yang memiliki kandungan aktif attapulgite dan pectin terbukti efektif meredakan gejala diare. 

Gabungan kandungan tersebut berfungsi sebagai penyerap racun penyebab diare, membuat tekstur feses kembali padat, dan selanjutnya dibuang dari tubuh ketika Anda buang air besar. Mengonsumsi Entrostop dan cairan rehidrasi oral juga membantu Anda meminimalisasi risiko tubuh kehilangan banyak cairan (dehidrasi) akibat diare.

Singkatnya, mengonsumsi makanan pedas bukanlah hal yang tak boleh dilakukan. Akan tetapi, harus lebih bijak dalam mengonsumsinya supaya tidak perlu mencari cara mengobati perut perih dan panas akibat makan pedas.

Dokter Edwin McDonald IV, melalui UChicago Medicine, menyatakan terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dengan takaran yang tidak wajar dapat berdampak buruk pada kesehatan pencernaan. Contoh yang ia berikan adalah mengonsumsi makanan pedas lebih dari 10 kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko terkena IBS.

Kemudian, mengutip dari Harvard Health Publishing, mencari tahu makanan atau minuman pemicu diare dapat menjadi langkah pencegahan yang tepat. Jadi, jika Anda sering mengalami diare akibat makanan pedas, mungkin lebih baik untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Begitu pula jika Anda penderita penyakit radang usus, IBS, atau radang lambung.

 

Referensi:

Capsaicin: When the “Chili” Is Too Hot. (2014, June 19). Poison Control. Retrieved July 30, 2020

Frias, B., & Merighi, A. (2016). Capsaicin, Nociception and pain. Molecules, 21(6), 797

Gastritis. (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. Retrieved July 30, 2020

Harvard Health Publishing. (2019, December 17). Is something in your diet causing diarrhea? Harvard Health. Retrieved July 30, 2020

Hot peppers: Muy Caliente. (n.d.). American Chemical Society. Retrieved July 30, 2020

A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous? (2018, September 23). Hospitals, Clinics & Doctors in IL – UChicago Medicine. Retrieved July 30, 2020

Is your favorite spicy food damaging your stomach? (2019, May 7). Keck Medicine of USC. Retrieved July 30, 2020

Coconut water: Healthy drink or marketing scam?. (2021). Retrieved 9 February 2021

Mom’s Advice Is Still the Best for Treating Diarrhea. (2019). Retrieved 9 February 2021

Is Your Favorite Spicy Food Damaging Your Stomach? | | Keck Medicine of USC. (2019). Retrieved 22 February 2021

HOROWITZ, M., WISHART, J., MADDOX, A., & RUSSO, A. (1992). The effect of chilli on gastrointestinal transit. Journal Of Gastroenterology And Hepatology, 7(1), 52-56. doi: 10.1111/j.1440-1746.1992.tb00935.x

Irritable bowel syndrome – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 22 February 2021

Santos, Elandia & Alvarez-Leite, Jacqueline. (2019). Capsaicin: A Potential Therapy Adjuvant for Intestinal Bowel Disease. Journal of Digestive Disorders and Diagnosis. 2. 8-16. 10.14302/issn.2574-4526.jddd-19-3063.