Perut Mules Terus-menerus, Pertanda Apa?

Oleh Roby

Perut Mules Terus-menerus, Pertanda Apa?

Sebagian besar orang, mungkin termasuk Anda, pasti pernah merasakan mules. Mules dapat muncul secara tiba-tiba dan memiliki berbagai macam penyebab. Namun, bagaimana jika perut mules secara terus-menerus atau dalam durasi yang lama? Apakah ini gejala penyakit tertentu? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab perut mules terus menerus

Mules merupakan istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan rasa sakit di bagian perut. Mules juga dikenal dengan istilah keram perut, tetapi biasanya hanya berdurasi pendek dan bukan hal yang serius.

Di sisi lain, mules dapat berlangsung secara terus-menerus dan hal ini mungkin saja menunjukkan beberapa gangguan kesehatan. Berikut beberapa penyebab sakit perut atau perut mules berkepanjangan:

Diare

Ketika perut tiba-tiba terasa mules dan disertai keinginan untuk terus BAB disertai feses cair, berarti Anda mengalami diare. Gejala diare yang umum adalah adanya frekuensi BAB yang meningkat (>3 kali sehari), konsistensi feses cair (>70% air) dan dalam jumlah yang banyak.

Tak hanya itu, jika dibiarkan kondisi bisa kian berkembang dan menyebabkan komplikasi diare.

Meski diare pada umumnya akan pulih setelah beberapa hari, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kadar air dan elektrolit dalam tubuh karena dehidrasi dapat terjadi karena diare.

Selain itu, dengan gejalanya yang sangat mengganggu, obat diare terkadang dibutuhkan untuk membantu membuat Anda merasa lebih nyaman.

Pilih obat mules untuk diare yang tepat dan juga bisa menyerap racun atau bakteri dalam usus sehingga dapat dikeluarkan seperti halnya Entrostop Tablet. Obat Entrostop mengandung attapulgite dan pectin yang berfungsi untuk bantu atasi diare serta gejala yang menyertainya, seperti mules dan kembung.

Minum obat sesuai anjuran dapat membantu Anda mengatasi diare ketika berada pada situasi penting, misalnya, saat kerja.

Konstipasi/sembelit

Kebalikan dari diare, sembelit menyebabkan feses sulit untuk dikeluarkan karena terlalu padat. Menurut National Health Service Scotland, sembelit dapat bersifat sementara maupun berjangka panjang. Sembelit jangka panjang inilah yang dapat ditandai dengan mules secara terus-menerus.

Sembelit dapat menyerang segala usia tetapi penyebab pastinya seringkali sulit ditentukan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit termasuk:

  • Kurang asupan serat
  • Gaya hidup tidak sehat
  • Sering menahan keinginan untuk BAB
  • Efek samping obat
  • Kurang minum
  • Gangguan mental seperti kecemasan atau depresi

Penyakit radang usus

Penyakit radang usus yang dikenal juga dengan nama Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan gangguan pada saluran cerna akibat peradangan kronis. Penyakit radang usus seringkali ditandai dengan mules atau nyeri pada bagian perut serta diare juga.

Jenis penyakit radang usus terdiri dari:

  • Ulcerative colitis. Kondisi yang menyebabkan peradangan dan luka dalam jangka waktu lama pada lapisan paling dalam usus besar dan dubur.
  • Penyakit Crohn (Crohn’s Disease). Jenis IBD ini ditandai dengan peradangan yang dapat terjadi pada saluran pencernaan (dari mulut sampai anus).

Untuk sebagian orang, mules seringkali reda dengan sendirinya. Namun, terkadang hal ini dapat terjadi secara terus-menerus dan bisa jadi merupakan pertanda dari sebuah kondisi kesehatan. Contohnya beberapa masalah pencernaan yang telah dijelaskan di atas. Namun, kondisi ini perlu diatasi agar tidak mengganggu keseharian Anda.

Baca Juga: Perut Sakit Setelah Makan Pedas? Ini Sebab dan Cara Mengatasinya!

Pertolongan saat perut mulas terus-menerus

Rasa melilit dan tidak nyaman pada perut, membuat Anda tidak bisa berkegiatan seperti biasanya. Ada beberapa pertolongan pertama yang setidaknya dapat meredakan gejala saat perut mules terus-menerus.

1. Kompres air hangat

Anda bisa menggunakan kantung karet pengompres untuk memberi kenyamanan sementara pada perut. Segera kompres dengan air hangat bila perut mulai mules. Jangan lupa untuk meluangkan waktu beristirahat.

2. Minum banyak cairan

Kondisi perut mules terus-menerus bisa saja disertai dengan frekuensi BAB yang meningkat. Bagaimanapun, jaga diri Anda agar tidak kondisi tidak berdampak pada dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan cairan elektrolit di dalam tubuh hilang.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa minum banyak air, kaldu ayam atau air kelapa agar mencegah dehidrasi dan bantu menjaga cairan di dalam tubuh tetap terjaga. Selain itu, Anda juga bisa minum oralit yang memilik keunggulan lebih cepat diserap oleh tubuh. 

3. Minum obat

Bila gejala sudah sangat mengganggu, segera minum obat sesuai dengan gejala yang Anda rasakan. Jangan sampai menunggu gejala kian memburuk.

Nah, bila Anda merasakan diare, segera konsumsi obat diare Entrostop untuk hentikan diare secara tuntas. Kandungan di pectin dan attapulgite di dalam Entrostop bantu redakan gejala diare yang mengganggu. Jangan lupa untuk selalu membaca petunjuk konsumsi obat antidiare, agar obat dapat bekerja tepat guna.

Anda perlu peka terhadap setiap gejala dari gangguan kesehatan yang dialami. Misalnya, Anda perlu mengetahui penyebab BAB cair sesegera mungkin, apakah karena diare atau gangguan kesehatan lain agar tahu cara tepat untuk mengatasinya.

Namun, jika gejala yang dirasakan tidak kunjung reda, segera konsultasikan kondisi Anda pada dokter. Dokter akan memberi diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Cara Kerja Oralit, Mengganti Cairan Tubuh Saat Diare

 

Referensi:

NHS Inform – Scotland. (n.d.). Stomach ache and abdominal pain. Retrieved July 3, 2020

NHS Inform – Scotland. (2019). Constipation symptoms and treatments. Retrieved July 3, 2020

Mayo Clinic. (2017). Inflammatory bowel disease (IBD) – Symptoms and causes. Retrieved July 3, 2020

Healthdirect Australia. (2019, September 3). Underlying causes of abdominal pain. Retrieved July 3, 2020

Abdominal pain in adults. (2021). Retrieved 10 February 2021