Perut Kembung dan Mencret, Apakah Pasti Diare?

Oleh Amanda

Perut Kembung dan Mencret, Apakah Pasti Diare?

Gejala perut kembung dan mencret merupakan gangguan saluran cerna yang sering kita temui sehari-hari. Pada kasus ringan, dengan cukup istirahat dan minum air hangat bisa meredakan gejala ini. Namun, tidak jarang keduanya merupakan tanda adanya gangguan pencernaan yang serius. 

Perut kembung dan mencret bisa jadi Anda diare

Pernahkah Anda mengalami perut kembung dan mencret secara bersamaan? Sebenarnya, kedua hal ini merupakan tanda yang mengerucut pada diare. 

Saat diare, orang sering mengalami perut kembung. Rasanya, perut terasa amat penuh dan kencang. Umumnya, penyebab diare adalah substansi asing seperti bakteri atau virus yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Bakteri atau virus penyebab diare berkembang di usus kemudian menghasilkan gas. Karena ada banyak gas yang terperangkap di perut, maka perut jadi terasa kembung. Gejala diare yang umum adalah adanya frekuensi BAB yang meningkat (lebih dari 3 kali sehari), konsistensi feses cair (lebih dari 70% air) dan jumlahnya banyak.

Hal lain yang biasanya menyertai diare, adalah:

  • Sakit perut (mulas hingga kram)
  • Demam
  • Mual
  • Frekuensi BAB yang sering
  • Mencret atau tekstur BAB berair
  • BAB berlendir dan terkadang berdarah

Setiap orang memiliki pola BAB yang berbeda. Secara umum, normalnya seseorang BAB satu kali dalam sehari, tetapi ada juga yang dua kali sehari atau satu kali per dua hari, masih bisa dianggap normal. Jika terlalu sering atau terlalu jarang, maka perlu dicari tahu apa penyebabnya .

Namun, untuk orang yang sedang diare, pola BAB-nya pun berubah bisa menjadi lebih dari tiga kali sehari. Rusaknya dinding usus oleh bakteri atau virus mengakibatkan sekresi cairan berlebihan pada dinding usus yang kemudian mengalir ke usus besar sehingga volume usus besar meningkat dan frekuensi BAB jadi meningkat.

Terkadang, kuman atau benda asing yang masuk ke saluran cerna memicu gerak usus menjadi lebih tinggi, sehingga kondisi membuat seseorang lebih sering BAB. 

Kenapa diare jangan dibiarkan?

Bila mengalami gejala diare seperti disebutkan diatas, sebaiknya jangan dibiarkan. Meskipun sebagian orang bisa saja sembuh diare tanpa pengobatan, lebih baik segera ditangani. Jika dibiarkan begitu saja, masalah diare bisa meningkatkan risiko kualitas kesehatan.

Sebelumnya telah dikatakan, diare membuat cairan tubuh keluar lebih banyak karena pengaruh kuman atau benda asing  yang masuk.  Hal yang paling ditakutkan akibat diare adalah dehidrasi karena menandakan kurangnya cairan dan elektrolit dalam tubuh. Pada kasus tertentu, diare bisa menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal dan kerusakan organ terkait dehidrasi.

Dehidrasi pada diare ditandai dengan beberapa hal ini:

  • Warna urine yang gelap
  • Jantung berdebar kencang
  • Sakit kepala
  • Kliyengan
  • Kulit kering
  • Kebingungan
  • Mual dan muntah

Dehidrasi pada diare membuat tubuh jadi lemas sehingga mengganggu aktivitas Anda. Jika sudah terjadi dehidrasi, Anda perlu segera periksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Membiarkan diare tanpa diobati memberi peluang virus atau bakteri berkembang dan memengaruhi kesehatan sistem pencernaan. Kondisi ini mungkin saja bisa berdampak pada organ lainnya. Misalnya, kerja ginjal terganggu karena terjadi ketidakseimbangan cairan dalam tubuh.

Maka itu, sebelum gejala diare berkembang ke arah dehidrasi, hal yang paling utama dilakukan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum air sesuai cairan yang keluar dari tubuh saat BAB.

Kalau sudah timbul perut kembung dan mencret, lakukan ini

Agar gejala diare dapat teratasi dengan tuntas, jangan lupa minum obat diare.  Pilih obat diare dengan kandungan senyawa aktif attapulgite dan pectin. Berdasarkan Journal of Diarrhoeal Disease Research, obat diare dengan kandungan attapulgite direkomendasikan untuk mengatasi gejala diare ringan hingga sedang. Attapulgite bekerja menyerap kuman yang menjadi pemicu diare dalam usus untuk dibuang bersama feses.

Sementara itu, dikatakan Chinese Journal Of Gastrointestinal Surgery, senyawa pectin membantu meredakan gejala diare dengan menyeimbangkan bakteri di dalam usus, serta meredakan peradangan dalam pencernaan. Pectin juga dapat membantu memadatkan feses sehingga konsistensi feses tidak terlalu cair.  

Kedua senyawa aktif ini hadir dalam Entrostop yang tanggap mengatasi diare dan gejala yang menyertainya, seperti mulas dan kembung. Obat diare ini bekerja dengan menyerap kuman atau virus, mengeluarkannya lewat BAB, dan hentikan diare.

Mulai sekarang, jangan lagi abaikan gejala kembung dan mencret pada diare. Tuntaskan segera, agar tubuh bisa kembali sehat tanpa gangguan diare.

 

Referensi:

Diarrhea – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241

Diarrhea: Types, Causes, Complications & Treatment. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4108-diarrhea

Diarrhoea | Causes, Symptoms, Treatment & Support | Guts UK. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://gutscharity.org.uk/advice-and-information/symptoms/diarrhoea/

Information, H., Diseases, D., Tract, G., Causes, S., Tract, S., Center, T., & Health, N. (2020). Symptoms & Causes of Gas in the Digestive Tract | NIDDK. Retrieved 3 July 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes

Frequent Bowel Movements: Causes, Diagnosis & Treatment. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17791-frequent-bowel-movements#:~:text=Most%20people%20have%200%2D4,definition%20that%20applies%20to%20everyone

PMC, E. (2020). Europe PMC. Retrieved 3 July 2020, from https://europepmc.org/article/med/7657965

L, X., W, Y., J, J., X, F., & N, L. (2015). [Efficacy of Pectin in the Treatment of Diarrhea Predominant Irritable Bowel Syndrome]. Zhonghua Wei Chang Wai Ke Za Zhi = Chinese Journal Of Gastrointestinal Surgery, 18(3). Retrieved from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25809332/

Brucker, M., & King, T. (2017). Pharmacology for women’s health (p. 606). Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning.

Determinants of Decreased Fecal Consistency in Patients with Diarrhea. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://www.gastrojournal.org/article/0016-5085(95)90134-5/pdf