Penyebab Diare yang Tidak Boleh Disepelekan

Oleh Roby Rizki

Penyebab Diare yang Tidak Boleh Disepelekan

Diare terkadang datang secara tiba-tiba tanpa kita ketahui penyebabnya. Padahal, Anda tidak memiliki gangguan kesehatan dan hanya mengonsumsi makanan seperti biasanya. Perlu Anda ketahui, penyebab diare itu bermacam-macam. Di antaranya bahkan mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Anda sebelumnya.

Penyebab diare akut dan persisten

Diare akut dan persisten (lebih dari 2 minggu tapi kurang dari 4 minggu) memiliki beberapa perbedaan dengan diare kronis. Penyebab paling umum dari diare akut dan persisten antara lain:

Infeksi

Terdapat tiga jenis infeksi yang menyebabkan diare:

  • Infeksi virus: Berbagai virus dapat menyebabkan diare, termasuk norovirus dan rotavirus. Virus gastroenteritis juga merupakan penyebab umum diare akut.
  • Infeksi bakteri: Beberapa jenis virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi lalu menyebabkan diare. Bakteri yang sering menyebabkan diare seperti escherichia coli (E.coli)
  • Infeksi parasit: Parasit juga dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan dan minuman lalu menetap di saluran pencernaan. Parasit yang menyebabkan diare adalah Cryptosporidium enteritis, Entamoeba histolytica, dan Giardia lamblia.

Efek samping obat

Terdapat banyak obat yang menyebabkan diare sebagai efek sampingnya. Di antaranya seperti antibiotik, antasida yang mengandung magnesium, dan obat-obatan yang digunakan untuk penderita kanker.

Penyebab penyakit diare kronis

Biasanya diare kronis disebabkan oleh:

1. Sindrom iritasi usus

Penyebab diare satu ini dapat membuat Anda merasakan kram/nyeri pada bagian perut dan mengalami perubahan pada saluran pencernaan (diare, konstipasi, atau keduanya). Sindrom iritasi usus muncul karena infeksi.

2. Penyakit radang usus

Tipe penyakit radang usus ada beberapa macam, tapi yang paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Peradangan akan berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa bagian di saluran pencernaan. Tanda atau ciri saat peradangan usus terjadi adalah adanya darah pada feses.

3. Infeksi

Seperti pada diare akut dan persisten, infeksi juga dapat menyebabkan diare kronis. Perbedaannya, infeksi tidak hilang atau sembuh dengan cepat.

4. Alergi dan intoleransi makanan

Alergi terhadap makanan seperti susu sapi, kedelai, biji-bijian, telur, dan makanan laut dapat menjadi penyebab diare.

Intoleransi laktosa dan fruktosa juga mungkin menyebabkan diare jika makanan yang dikonsumsi tidak diperhatikan.

5. Penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama

Beberapa obat-obatan seperti antibiotik dapat mengubah flora usus normal dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi Clostridium difficile yang merupakan bakteri penyebab diare kronis.

Makanan yang dapat memicu atau memperparah diare

Diare sering disebabkan oleh makanan meskipun terdapat alasan lain seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Agar lebih waspada, berikut makanan yang dapat menyebabkan atau memperparah diare:

1. Asupan alkohol dan kafein berlebihan

Meminum alkohol dan minuman yang mengandung kafein terlalu banyak seperti kopi dan soda dapat membuat feses cair.

2. Gula dan olahan susu

Jenis gula tertentu dan pemanis buatan dikenal sebagai penyebab diare. Diare akan terjadi saat Anda mengonsumsi jenis gula berikut setiap hari.

  • Sorbitol: gula bebas kalori ini digunakan dalam permen, permen karet, dan makanan atau minuman bebas kalori.
  • Mannitol: Mirip seperti sorbitol, ditambah gula ini dapat memberi efek pencahar.
  • Fruktosa: gula ini merupakan pemanis alami yang berasal dari buah dan madu. Namun terlalu banyak mengonsumsi buah dapat menyebabkan diare karena kadar fruktosa yang tinggi.
  • Laktosa: gula jenis ini ditemukan pada olahan susu dan dapat menyebabkan diare jika seseorang memiliki intoleransi laktosa.

3. Gluten

Gluten merupakan protein yang ditemukan pada gandum, bir, dan dressing salad. Sebagian orang sensitif terhadap gluten sehingga diare dapat terjadi.

4. Makanan berminyak dan berlemak

Saat makanan berlemak tidak dapat diserap secara normal, makanan akan langsung dibawa ke usus besar yang kemudian dipecah menjadi asam lemak. Ketika hal ini terjadi, usus besar akan mengeluarkan cairan dan memicu diare.

5. Makanan pedas

Makanan pedas dapat menyembunyikan makanan yang berlemak tinggi seperti pada hidangan kari. Selain dapat memicu diare, makanan pedas juga dapat membuat sensasi terbakar pada bagian anus.

Agar diare cepat ditangani, selalu sediakan obat diare di rumah atau ke mana pun Anda pergi.

Entrostop, obat yang membantu menuntaskan masalah diare dengan kandungan attapulgite dan pectin. Kedua senyawa ini mampu menyerap kuman atau virus penyebab diare, mengeluarkan lewat BAB, dan menghentikan diare.

Kandungan attapulgite dan pectin dapat mengurangi gejala diare seperti frekuensi BAB yang sering dan memperbaiki tekstur feses.

 

 

Sumber:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2019, November 18). Symptoms & Causes of Diarrhea | NIDDK. Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes

J Thomas Lamont, MD. (2019). Patient education: Chronic diarrhea in adults (Beyond the Basics). Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.uptodate.com/contents/chronic-diarrhea-in-adults-beyond-the-basics#H3

Harvard Health Publishing. (2016, July 12). Is something in your diet causing diarrhea? – Harvard Health. Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.health.harvard.edu/digestive-health/is-something-in-your-diet-causing-diarrhea

Leonard, J. (2017, November 13). What is chronic diarrhea and how is it treated? Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/319995.php#treatment-options