Mengenali Penyebab Diare pada Anak

Oleh Roby Rizki

Mengenali Penyebab Diare pada Anak

Saat anak mengalami diare, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengganti cairan tubuhnya yang hilang. Kemudian Anda harus mengetahui penyebabnya. Menemukan atau mengenali penyebab diare pada anak dapat membantu menentukan jenis perawatan atau pengobatan.

Selain itu, Anda juga dapat mencegah penyebab diare tertentu agar penyakit ini tidak kambuh atau kembali lagi di kemudian hari.

Penyebab diare pada anak

Untuk sebagian anak, diare hanya akan berlangsung selama beberapa hari. Namun, diare juga dapat berlangsung lebih lama. Penyebab umum diare pada anak dapat berupa penyakit dan gangguan kesehatan. Di antaranya:

1. Infeksi pada saluran pencernaan

Penyebab diare pada anak yang pertama adalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Jika sudah parah, ini bisa berujung pada diare kronis. Anak dapat terinfeksi dari air, jajanan, makanan yang terkontaminasi, atau paparan dari orang lain melalui kontak fisik.

Lebih lanjut, berikut penjelasan mengenai penyebab diare pada anak yang disebabkan karena infeksi.

Virus

Infeksi virus merupakan penyebab utama diare pada anak dan sering terjadi saat cuaca cenderung dingin. Gejala yang terlihat saat anak mengalami diare karena virus termasuk demam dengan panas lebih dari 38 derajat, feses cair, muntah-muntah, kram perut, tidak nafsu makan, sakit kepala dan sakit pada bagian otot.

Bakteri

Penyebab diare pada anak karena infeksi bakteri terkadang sulit dibedakan dengan infeksi virus. Infeksi bakteri lebih sering terjadi di wilayah atau daerah dimana sulit untuk mendapat suplai air bersih. Gejala yang umum terjadi saat anak mengalami diare karena bakteri adalah demam dengan panas lebih dari 40 derajat dan terdapat darah atau lendir pada feses.

Meski terlihat parah, diare karena infeksi bakteri biasanya akan mereda seiring berjalannya waktu. Namun Anda tetap tidak boleh menurunkan kewaspadaan.

Parasit

Sama seperti bakteri, infeksi parasit sering ditemukan di daerah yang sulit mendapatkan air bersih. Penyebab Diare pada anak ini jarang terjadi di negara maju. Namun, mungkin terjadi saat anak tidak sengaja meminum air yang terkontaminasi seperti air dari kolam renang umum atau sepulang dari berkunjung dari negara-negara berkembang.

Setelah terinfeksi, si kecil dapat mengalami masalah saat mencerna karbohidrat seperti laktosa dan protein yang terkandung dalam makanan seperti susu dan olahannya, atau soya.

Masalah pencernaan ini dapat memperburuk diare, seringkali diare bertahan selama 6 minggu. Atau, diare tidak akan hilang sebelum perawatan atau pengobatan karena bakteri atau parasit masih berada dalam sistem pencernaan.

2. Celiac disease

Celiac disease (penyakit celiac) adalah gangguan pencernaan yang merusak usus kecil. Penyakit ini dipicu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Gluten adalah protein yang ditemukan secara alami dalam gandum, biji barley, dan gandum hitam. Makanan seperti roti, pasta, kue, dan kue mengandung gluten. Celiac disease dapat menyebabkan diare kronis pada anak-anak dari segala usia.

3. Gangguan fungsi gastrointestinal (GI)

Gejala dari diare yang disebabkan gangguan fungsi GI berasal dari perubahan cara kerja pada saluran pencernaan. Terdapat dua jenis gangguan fungsi GI yang dapat menyebabkan diare kronis pada anak.

Toddler’s diarrhea (diare balita)

Penyebab diare pada anak ini sering terjadi pada kelompok umur 1 sampai 5 tahun. Seorang anak yang mengalami toddler’s diarrhea, hanya akan menunjukan gejala diare yaitu sering buang air besar setidaknya 4 kali dalam sehari saja dan tidak menunjukan gejala lain. Pertumbuhan mereka pun tidak terganggu serta berat badan dapat naik secara normal dan tetap sehat.

Sindrom iritasi usus (Inflammatory Bowel Syndrome)

Gejala yang sering ditunjukan saat diare disebabkan oleh IBS adalah nyeri, rasa tidak nyaman, atau kram pada bagian perut dan disertai diare, konstipasi atau keduanya. IBS tidak menyebabkan penurunan berat badan, muntah atau darah pada feses.

4. Alergi dan intoleransi makanan

Tak hanya karena kontaminasi makanan, anak yang memiliki alergi atau intoleransi dapat mengalami diare saat mengonsumsi makanan tertentu.

Alergi makanan

Susu, olahannya, dan kedelai adalah salah satu penyebab diare pada anak. Makanan tersebut merupakan penyebab alergi paling banyak yang mempengaruhi saluran pencernaan anak.

Alergi pada makanan tertentu biasanya muncul di tahun pertama setelah dilahirkan. Sebagian besar alergi pada makanan yang disebutkan tadi akan hilang setelah anak menginjak usia 3 tahun.

Intoleransi laktosa, fruktosa, dan sukrosa

Si kecil yang memiliki intoleransi laktosa (susu), fruktosa (pemanis alami pada buah-buahan), dan sukrosa (pemanis buatan) dapat mengalami diare saat mengonsumsi makanan apapun yang mengandung ketiga bahan makanan tersebut.

5. Penyakit radang usus (Inflammatory bowel disease)

Dua jenis penyakit radang usus utama adalah Crohn dan Kolitisulserativa. Kedua gangguan kondisi kesehatan tersebut mungkin menyerang anak di segala kelompok usia. Namun, umumnya di usia sekolah atau sudah memasuki usia remaja.

6. Obat-obatan

Jenis obat seperti laksatif dan antibiotik dapat memicu diare pada anak maupun orang dewasa. Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter sebelum berhenti menjalani pengobatan karena dokter dapat memberikan rekomendasi pengurangan dosis, merubah pola makan, menambahkan probiotik, atau beralih antibiotik lain.

Pertolongan di rumah yang dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya dehidrasi dengan menjamin ketersediaan cairan dalam tubuh anak dengan memberikan oralit jika ada, tetapi jika tidak ada dapat diberikan larutan gula garam. Obat diare khusus anak sesuai usia seperti Entrostop Herbal Anak juga dapat diberikan sebagai pertolongan pertama di rumah.

 

 

Sumber:

Fries, W. C. (2012, April 5). Diarrhea in Children: Causes and Treatments. Diakses 12 Desember 2019, dari  https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2019, December 12). Symptoms & Causes of Chronic Diarrhea in Children | NIDDK. Diakses 12 Desember 2019, darihttps://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/chronic-diarrhea-children/symptoms-causes

Patient Education: Acute Diarrhea in Children (Beyond the Basics). (2019). Diakses 12 Desember 2019, darihttps://www.uptodate.com/contents/acute-diarrhea-in-children-beyond-the-basics#H6

U.S. National Library of Medicine. (2016). When your child has diarrhea: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Diakses 12 Desember 2019, dari https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.html