Cara Tepat Mengobati Muntaber

Oleh Roby

Cara Tepat Mengobati Muntaber

Muntah dan berak (muntaber) adalah penyakit yang terjadi karena infeksi dan peradangan di sistem pencernaan. Penyakit yang memiliki istilah medis gastroenteritis ini dapat dipicu oleh virus, bakteri, parasit, dan obat-obatan. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi serta kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dapat membuat Anda terserang muntaber. Maka dari itu, yuk cari tahu hal-hal yang bisa mengobati muntaber.

Hal-hal yang bisa menjadi obat untuk muntaber

Muntaber alias flu perut memiliki beberapa gejala-gejala umum yang meliputi:

  • Frekuensi BAB meningkat menjadi 3 kali atau lebih dalam sehari, feses berbentuk cair, dan banyak
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Keram perut
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Kehilangan selera makan

Mengingat gejala umum yang sering terjadi adalah muntah dan diare, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Komplikasi dari hilangnya cairan dari tubuh adalah dehidrasi. Supaya muntaber tidak menyebabkan komplikasi, ini ragam jenis hal yang dapat menjadi obat untuk muntaber.

Isi tubuh dengan cairan

Saat mengalami muntaber, sangat penting untuk menjaga kadar cairan dalam tubuh. Muntah dan diare membuat jumlah cairan dan elektrolit di dalam tubuh menurun. Jadi, Anda harus minum air putih lebih banyak dari biasanya agar cairan yang hilang dapat diganti. Untuk mengganti elektrolit, jus buah (pisang) atau kaldu dapat menjadi pilihan saat muntaber.

Agar tubuh tetap terhidrasi, cairan rehidrasi oral (CRO) atau oralit juga dapat membantu mencegah dan mengatasi dehidrasi. Larutan ini sangat berguna terutama untuk bayi dan orang tua. Tanda-tanda muntah dan diare telah menyebabkan dehidrasi sendiri meliputi:

  • Mulut kering
  • Air seni atau urine berwarna gelap
  • Haus berlebihan
  • Jarang atau tidak buang air kecil sama sekali

Antibiotik

Obat jenis antibiotik dapat membantu pemulihan muntaber, tetapi hanya yang disebabkan oleh bakteri. Kemudian, antibiotik juga dapat diberikan pada kasus-kasus tertentu. Mengutip dari kajian ilmiah berjudul Guideline for the Antibiotic Use in Acute Gastroenteritis, penggunaan antibiotik sangat disarankan hanya untuk penderita dengan masalah sistem kekebalan tubuh.

Antibiotik tidak begitu disarankan karena kekhawatiran akan jenis-jenis bakteri tertentu akan menjadi kebal terhadap antibiotik jika digunakan dengan tidak tepat.

Terapi cairan intravena

Apabila dehidrasi yang terjadi saat muntaber berada di tingkat keparahan yang tinggi, dokter mungkin akan menyarankan terapi cairan intravena. Opsi ini juga dapat digunakan saat ada anak atau orang yang tidak mampu minum larutan rehidrasi oral. Solusi ini juga berguna bagi penderita yang mengalami syok akibat dehidrasi yang terjadi karena muntah dan diare.

Probiotik

Probiotik diperkirakan dapat membantu mempersingkat diare yang dialami. Probiotik adalah bakteri baik yang umum ditemukan di sistem pencernaan. Bakteri baik ini juga terdapat pada yoghurt dan suplemen makanan. Akan tetapi, demi keamanan, konsumsi probiotik saat mengalami muntaber hanya ketika diizinkan oleh dokter Anda.

Obat-obatan

Saat menderita muntaber, Anda mungkin dapat diresepkan obat untuk gejala muntah jika diperlukan. Studi Acute Gastroenteritis: From Guidelines to Real Life membahas bahwa obat antiemetik atau antimuntah mengurangi peluang seseorang harus dirawat inap saat mengalami muntaber. Obat ini sendiri bertujuan untuk menurunkan frekuensi muntah saat terserang muntaber.

Selain obat antimuntah, obat yang dapat membantu memulihkan muntaber adalah obat diare. Tujuan pemberian obat ini adalah untuk mengontrol gejala-gejala diare. Dengan begitu, tubuh tidak kehilangan banyak cairan dan keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh tetap terjaga.

Obat diare yang mengandung zat pengisap, seperti attapulgite dan pectin mampu mengikat air sehingga mengubah bentuk tinja agar tidak begitu berair. Zat attapulgite juga berguna untuk mengisap racun, bakteri, dan virus yang ada di usus.

Menemukan obat yang mengandung dua zat tersebut dan mampu membantu diare saat muntaber tidaklah sulit. Entrostop, dengan zat attapulgite dan pectin, dapat ditemukan di toko terdekat dan khasiatnya cepat mengatasi diare yang terjadi saat mengalami muntaber.

Sebelum mengonsumsi obat, harap perhatikan aturan pakai terlebih dahulu, ya.

 

 

Referensi:

Chow, C. M., Leung, A. K., & Hon, K. L. (2010). Acute gastroenteritis: From guidelines to real life. Clinical and Experimental Gastroenterology, 97. https://doi.org/10.2147/ceg.s6554

Gastroenteritis. (2018). Retrieved July 3, 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis

Gastroenteritis. (n.d.). NHS inform – Scottish health information you can trust | NHS inform. Retrieved July 3, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastroenteritis

Burton Banks|Sue Meadows. (2005, January 1). Intravenous fluids for children with gastroenteritis. AAFP American Academy of Family Physicians. Retrieved July 3, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2005/0101/p121.html

Kim, Y. J., Park, K., Park, D., Park, J., Bang, B. W., Lee, S. S., Lee, E. J., Lee, H., Hong, S. K., & Kim, Y. R. (2019). Guideline for the antibiotic use in acute gastroenteritis. Infection & Chemotherapy, 51(2), 217. https://doi.org/10.3947/ic.2019.51.2.217

Treatment of viral gastroenteritis (“Stomach flu”). (2018, May 18). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved July 3, 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment

Viral gastroenteritis (stomach flu) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2018, October 16). Mayo Clinic – Mayo Clinic. Retrieved July 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/diagnosis-treatment/drc-20378852

Wingate, D., Phillips, S. F., Lewis, S. J., Malagelada, J., Speelman, P., Steffen, R., & Tytgat, G. N. (2001). Guidelines for adults on self-medication for the treatment of acute diarrhoea. Alimentary Pharmacology and Therapeutics, 15(6), 773-782. https://doi.org/10.1046/j.1365-2036.2001.00993.x