Obat Diare untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Ampuh

Oleh Willy

Obat Diare untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Ampuh

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi di awal hidupnya. ASI mengandung nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Di sisi lain, ibu menyusui harus hati-hati dengan sesuatu yang dikonsumsi karena ASI juga dapat mengandung zat yang berbahaya bagi bayi, seperti alkohol, timbal, dan zat tertentu dari obat-obatan. Oleh sebab itu, ayo cari tahu obat yang aman untuk ibu menyusui saat gejala diare menyerang.

Daftar obat diare untuk ibu menyusui

Umumnya, obat-obatan yang dijual bebas tergolong aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Menurut Cleveland Clinic, zat pada obat-obatan memang dapat masuk ke ASI, tetapi dalam jumlah yang kecil. Jumlahnya hanya sekitar satu persen dari dosis yang diminum.

Maka itu, berikut adalah jenis-jenis obat yang aman untuk atasi gejala diare bagi ibu menyusui.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Loperamide untuk ibu menyusui

Menurut Drugs and Lactation Database, konsumsi obat yang mengandung loperamide tergolong aman untuk Ibu menyusui. Kandungan loperamide tidak berdampak signifikan terhadap bayi. Walaupun zat ini dapat masuk ke dalam ASI, jumlahnya tidak berbahaya bagi bayi.

Loperamide merupakan salah satu jenis obat diare dan penyakit Irritable Bowel Syndrome (IBS). Saat menggunakan obat ini untuk diare, National Health Service (NHS) menyarankan ibu menyusui tidak mengonsumsinya lebih dari 2 hari. Wajib memiliki resep dokter untuk membeli obat ini.

Kaolin untuk ibu menyusui

Kaolin merupakan mineral berwujud tanah liat yang digunakan untuk menuntaskan diare. Kaolin juga dapat dikonsumsi Ibu menyusui untuk tuntaskan diare. Dalam penggunaannya, biasanya kaolin akan dikombinasikan dengan pektin dan obat ini bisa didapatkan tanpa resep dokter.

Kaolin bekerja dengan memadatkan konsistensi feses yang cair akibat diare dalam 24-48 jam, tetapi tidak mengandung antibakteri sehingga tidak dapat menghilangkan diare yang disebabkan oleh bakteri. Efek samping yang dapat terjadi adalah konstipasi jika konsumsi obat tersebut. Jadi pastikan untuk tetap konsultasi ke dokter.

Attapulgite untuk ibu menyusui

Attapulgite dapat dikonsumsi untuk mengatasi ibu menyusui yang diare. Menurut studi berjudul Gastrointestinal Medications and Breastfeeding, ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi obat diare yang tidak diserap oleh tubuh. Salah satu jenis zat obat yang tidak diserap oleh tubuh adalah attapulgite.

Sebuah studi tentang zat ini menyatakan kalau attapulgite tidak diserap oleh usus. Selain itu, ini berguna untuk mengurangi gejala dan lamanya diare yang dirasakan penderita. Alhasil, obat diare jenis ini dapat menjadi pilihan yang aman untuk ibu menyusui.

Kemungkinan dehidrasi akibat diare bisa saja dialami oleh ibu hamil. Oleh karenanya, jangan lupa untuk minum banyak air saat diare agar Ibu terhindar dari dehidrasi.

Baca juga: Cara Efektif Mengobati Diare pada Bayi Usia 6-24 Bulan

Pektin untuk ibu menyusui

Kandungan pektin untuk ibu menyusui pun tergolong aman. Sama seperti attapulgite, pektin juga tidak diserap oleh usus. Hasilnya, pektin tidak akan masuk ke dalam ASI lalu tersalurkan ke bayi saat menyusui. Pektin sendiri juga tergolong sebuah prebiotik alias makanan yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di tubuh. Zat ini juga kerap digunakan sebagai komposisi susu formula pengganti ASI.

Singkat kata, ada dua hal umum yang harus diingat saat mengonsumsi sebuah obat saat menyusui, yaitu:

  • Obat-obatan yang boleh diresepkan untuk bayi kemungkinan juga aman dikonsumsi bagi ibu menyusui
  • Obat-obatan yang boleh dikonsumsi saat kehamilan juga boleh dikonsumsi saat waktunya memberikan ASI, kecuali untuk beberapa obat tertentu

Untuk masalah diare, ibu menyusui sebaiknya memilih obat dengan bahan-bahan yang tidak diserap oleh usus. Dengan begitu, kecil kemungkinan zat obat akan masuk ke ASI.

Oleh karena itu, Entrostop, didukung bahan aktif attapulgite dan pektin, dapat menjadi pilihan ketika diare mengganggu aktivitas ibu menyusui.

Tetap konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan apa pun. Termasuk membaca petunjuk obat diare sebelumnya. Ingat, karena Ibu masih membutuhkan energi menjaga si Kecil dan tetap bertenaga, selalu jaga asupan cairan tubuh dengan minum oralit saat diare menyerang.

 

Referensi

APILAM. (n.d.). Pectin: Level of risk for breastfeeding according to E-lactancia.org. e-lactancia.org. Retrieved July 6, 2020

Breastfeeding & over-the-Counter medications. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved July 6, 2020

Drugs and lactation database (LactMed). (n.d.). National Center for Biotechnology Information. Retrieved July 6, 2020

Hagemann, T. M. (1998). Gastrointestinal medications and breastfeeding. Journal of Human Lactation, 14(3), 259-262

Loperamide (Imodium): Medicine to treat diarrhoea. (2018, December 20). nhs.uk. Retrieved July 6, 2020

Polycarbophil – Drugs and lactation database (LactMed). (2019, January 7). National Center for Biotechnology Information. Retrieved July 6, 2020

Polycarbophil. (n.d.). Welcome to CardioSmart. Retrieved July 6, 2020

World Health Organization. (n.d.). BREASTFEEDING AND MATERNAL MEDICATION: Recommendations for Drugs in the Eleventh WHO Model List of Essential Drugs. Retrieved July 6, 2020

Zaid, M. R., Hasan, M., & Khan, A. A. (1995). Attapulgite in the Treatment of Acute Diarrhoea: A Double-Blind Placebo-Controlled Study. Journal of Diarrhoeal Diseases Research, 13(1), 44-6