Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

Oleh Roby Rizki

Obat Diare untuk Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

Ibu hamil sering mengalami gangguan pada pencernaan. Mungkin Anda pernah mendengar gangguan kesehatan seperti morning sickness atau konstipasi pada ibu hamil. Satu lagi kondisi kesehatan pada saluran pencernaan yang sering terjadi adalah diare. Namun, karena sedang mengandung, ibu tidak bisa sembarangan meminum obat untuk mengatasi diare. Lalu apa obat diare ibu hamil yang aman tanpa mengganggu kesehatan ibu dan janin?

Penyebab diare saat hamil

Diare saat hamil merupakan hal yang umum terjadi. Sebagian besar orang mengalami diare disebabkan oleh infeksi, efek samping obat, atau makanan yang terkontaminasi.

Sebelum mencari obat diare ibu hamil yang aman, ketahui dulu penyebab diare yang berhubungan dengan kehamilan ini.

  • Perubahan pola makan. Saat hamil, banyak wanita yang mengubah pola dan menu makan secara drastis. Perubahan tiba-tiba pada asupan makanan ini dapat membuat perut kaget dan berpotensi menyebabkan diare.
  • Sensitif pada makanan. Sensitivitas terhadap makanan yang sebelumnya aman dikonsumsi merupakan salah satu perubahan yang dialami ibu hamil. Sensitif pada makanan ditandai dengan kembung, sakit perut, dan diare.
  • Vitamin prenatal. Manfaat vitamin ini baik untuk kesehatan Anda dan juga pertumbuhan bayi dalam janin. Namun, vitamin prenatal mungkin membuat sakit perut dan menyebabkan diare.
  • Perubahan hormon. Hormon dapat memperlambat sistem pencernaan, maka ibu hamil terkadang mengalami konstipasi. Di sisi lain, hormon juga dapat mempercepat sistem pencernaan sehingga menyebabkan diare.

Pengobatan diare ibu hamil

Diare merupakan masalah yang kemungkinan besar harus dilalui selama menjalani masa kehamilan. Untuk itu, ibu hamil dapat melakukan hal-hal berikut sebagai langkah pertama untuk mengobati diare sebelum berkunjung ke dokter.

Tetap terhidrasi/Rehidrasi

Penting untuk menjaga jumlah cairan dalam tubuh apalagi untuk ibu hamil. Diare akan mudah menguras cairan dalam tubuh sehingga Anda perlu minum air yang banyak.

Selain cairan, tubuh juga memerlukan elektrolit yang juga hilang karena diare. Anda dapat mendapat asupan elektrolit dari cairan lain seperti sup ayam atau sayur.

Hindari mengonsumsi susu, minuman manis, kopi, teh, dan minuman berenergi karena dapat memperburuk diare.

Perhatikan asupan makanan

Obat diare ibu hamil yang paling baik adalah makanan. Namun, Anda perlu mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan hindari makanan yang dapat mengiritasi perut dan saluran pencernaan.

Terdapat istilah medis dalam mengatur pola makan yaitu BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) ditambah makanan seperti kentang, ayam, sup sayur, dan daging tanpa lemak yang bisa menjadi pilihan makan sehat sekaligus membantu meringankan diare. Hindari makanan berminyak (gorengan), pedas, dan berlemak.

Beri waktu diare untuk hilang

Diare biasanya akan hilang dengan sendirinya. Apabila Anda tidak merasakan gejala seperti demam, nyeri, dan kram, berarti diare masih termasuk ringan.

Tunggu satu atau dua hari untuk melihat apakah diare Anda termasuk parah atau tidak.

Jaga kebersihan 

Feses yang cair karena diare memudahkan bakteri dalam usus besar menyerang saluran kemih dan kemudian menyebabkan infeksi (Infeksi Saluran Kemih). Dengan selalu membasuh atau membilas bagian tubuh yang berhubungan dengan diare, kuman tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain.

Usahakan untuk mengganti pakaian dalam secara rutin agar tetap bersih dan jangan lupa sering-sering mencuci tangan.

Obat Herbal Alami untuk Ibu Hamil

Bagi Ibu hamil yang ingin mempercepat pemulihan dari diare dengan menggunakan obat, salah satu solusinya mungkin adalah obat herbal alami. Beberapa pilihan obat herbal alami ini di antaranya:

Oralit atau larutan gula dan garam

Oralit merupakan salah satu cara yang cukup sering dianjurkan untuk menggantikan hilangnya cairan tubuh akibat diare. Dikutip dari salah satu media online, Dr. Surabhi Siddhartha yang merupakan seorang konsultan, dokter kandungan dan ginekolog di Rumah Sakit Ibu, Kharghar menyatakan bahwa oralit relatif aman dikonsumsi oleh Ibu hamil.

Berkat kandungan elektrolit dalam oralit, cairan akan lebih mudah diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, ketika diare menyerang dan gejala dehidrasi mulai muncul, Ibu hamil dapat segera minum oralit di rumah.

Oralit dapat diperoleh di apotik dengan mudah. Namun, Anda bisa membuat oralit sendiri di rumah yang terdiri dari air, garam dan gula.

Jahe

Anda pasti sudah tidak asing dengan salah satu rempah satu ini. Jahe banyak digunakan menjadi rempah dalam makanan dan minuman yang dikenal memiliki banyak khasiat.

Salah satu manfaat dari jahe ternyata adalah berhubungan dengan diare.Sebuah jurnal tahun 2015 mendukung penggunaan jahe untuk mengobati diare serta beberapa masalah perut lainnya. 

Jahe dipercaya dapat menyembuhkan diare yang disebabkan makan makanan yang terkontaminasi. Selain itu jahe juga dapat mencegah mual, muntah, dan kejang perut. Dan itu mengurangi gas dan meningkatkan pencernaan yang sehat.

Ibu hamil bisa mengonsumsi jahe dengan cara dijadikan minuman seperti dicampur bersama teh. 

Teh hijau

Teh hijau memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Satu di antaranya adalah dalam membantu meredakan masalah pada pencernaan, termasuk diare.

Sebuah penelitian tahun 2010 menemukan bahwa teh hijau telah lama menjadi obat alami untuk diare pada pasien yang melakukan radioterapi. 

Ibu hamil dapat memanfaatkan teh hijau ketika mengalami diare. Selain dapat menjadi langkah pencegahan dehidrasi, teh hijau bisa membantu pemulihan diare. Namun, konsumsi teh hijau dan obat alami diare lainnya perlu tetap memiliki aturan atau batasan sehingga tidak menyebabkan efek samping lain. 

Kapan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter?

Diare yang bertahan terlalu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi sehingga membahayakan ibu dan janin. Ibu hamil harus segera mendapat bantuan medis dan obat diare ibu hamil dari dokter ketika mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Mendapati darah pada feses
  • Diare berlangsung lebih dari 48 jam
  • Buang air besar sebanyak 6 kali atau lebih dalam durasi 24 jam
  • Demam dengan suhu lebih dari 39 derajat celcius atau lebih
  • Sering muntah
  • Nyeri di bagian anus atau perut
  • Menunjukkan gejala dehidrasi, seperti air urine gelap, mulut kering, pusing, atau jarang kencing

Saat hamil, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum jenis obat baru. Obat diare yang mengandung absorbent aman untuk dikonsumsi sebagai pertolongan pertama karena kandungan tersebut tidak diserap oleh tubuh, sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang janin maupun kesehatan ibunya.

Namun, saat diare bertahan lebih dari 48 jam, segera hubungi dokter.

Jika Anda mengidap diare hebat, dokter kemungkinan akan melakukan tes darah dan mengambil contoh feses untuk diperiksa di laboratorium apakah terdapat infeksi atau tidak.

 

 

Sumber: 

Nall, R. (2019, April 11). What to know about diarrhea during pregnancy. Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/324941.php#summary

Holland, K. (2014, October 15). Remedies for Diarrhea During Pregnancy. Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.healthline.com/health/pregnancy/diarrhea-remedies#seeking-treatment

Dealing With Diarrhea During Pregnancy and When to Worry (2019). Diakses 11 Desember 2019, dari https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-pregnancy-4163950