Penyebab dan Gejala Muntaber pada Anak

Oleh Willy

Penyebab dan Gejala Muntaber pada Anak

Muntah dan berak (muntaber) merupakan kondisi yang sering menyerang anak. Ketika terkena muntaber alias gastroenteritis, usus seseorang terinfeksi sehingga menyebabkan mencret, muntah bahkan keduanya. Penyakit ini dapat menyebar atau menginfeksi anak dengan mudah. Maka dari itu, ayo kenali penyebab dan gejala muntaber pada anak.

Penyebab muntaber pada anak

Ada tiga penyebab umum dari muntaber, yakni: virus, bakteri, dan parasit.

Virus

Virus merupakan penyebab yang paling umum di antara penyebab lainnya. Virus yang menyebabkan muntaber dan menyerang saluran pencernaan adalah rotavirus, adenovirus, dan norovirus. Penyebaran virus ini cenderung terjadi karena kontak antara anak dengan virus tersebut.

Penyebaran virus dapat melalui popok yang kotor ketika Anda menyentuhnya, tidak cuci tangan setelah dari toilet, memasukkan tangan yang kotor ke mulut, dan menggigit kuku. Anak juga dapat terkena muntaber jika tertular dari orang tua, pengasuh, atau temannya. Contoh sederhananya ketika orangtua menyentuh anak dengan tangan yang kotor setelah mengganti popok bayi. Bisa juga ketika orangtua menyiapkan makanan anak tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Bakteri penyebab keracunan makanan

Gastroenteritis akibat bakteri merupakan pemicu utama penyakit keracunan makanan. Makanan atau minuman yang tidak disimpan atau disiapkan dengan baik dapat terkontaminasi oleh bakteri. Alhasil, mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi menyebabkan muntaber pada anak.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kebersihan makanan. Menurut Harvard Health Publishing, beberapa bakteri penyebab keracunan makanan yang agresif dapat membuat anak yang umumnya sehat dan kuat mengalami muntaber dengan demam tinggi hingga dehidrasi.

Parasit di usus

Parasit dapat masuk ke tubuh melalui cara yang sama seperti kedua pemicu sebelumnya. Misalnya, bersentuhan dengan permukaan rumah yang kotor atau mengonsumsi minuman yang terkontaminasi parasit Giardia lamblia. Kontak dengan parasit berujung terganggunya saluran pencernaan ketika parasit masuk ke dalam tubuh.

Tanda dan gejala muntaber pada anak

Setelah bakteri, virus, atau parasit penyebab muntaber berhasil mengganggu kesehatan anak, tanda dan gejala muntaber umumnya muncul sekitar sehari setelah terinfeksi. Gejala dapat berlangsung beberapa hari hingga seminggu. Namun, pada kasus tertentu, muntaber bisa berlangsung lebih dari satu minggu.

Berikut adalah gejala-gejala muntaber:

  • Muntah, berlangsung dua sampai tiga hari
  • Diare, dari dua sampai sepuluh hari
  • Demam
  • Mual
  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kondisi badan tidak prima

Mengingat gejala muntaber pada anak meliputi muntah dan diare, ada kemungkinan ia dapat mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan atau dehidrasi sendiri tak boleh diremehkan. Harap segera konsultasi dengan dokter jika anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti:

  • Jarang buang air kecil
  • Air mata sedikit atau tidak ada ketika menangis
  • Air seni berwarna gelap
  • Mata dan pipi terlihat cekung
  • Bibir dan mulut kering

Seperti yang sudah dijelaskan, muntaber ini dapat menyebar dengan mudah. Apabila anak mengalami muntaber, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk kesehatan sesama. Pertama, jika memungkinkan, anak tidak berada dekat dengan anak-anak lain agar tidak menginfeksi yang lain.

Kemudian, setiap anggota keluarga harus selalu menjaga kebersihan tangan ketika ada anak yang terkena muntaber. Tak lupa agar anak tidak berbagi makanan atau minuman terlebih dahulu dengan orang lain.

Mengatasi muntaber pada anak

Pengobatan muntaber umumnya berfokus pada menjaga kadar cairan di dalam tubuh. Ini perlu dilakukan karena muntah-muntah dan diare mengganggu kadar cairan tubuh dan tidak boleh dibiarkan. Maka dari itu, anak yang mengalami muntaber harus diberikan cairan rehidrasi oral, seperti oralit.

Selain minum oralit untuk menjaga kadar cairan di dalam tubuh, stop gejala diare dengan Entrostop Herbal Anak. Memilih obat diare untuk anak ini sebaiknya yang mengandung ekstrak jambu biji, teh, jahe, dan kunyit karena efektif menyerap racun penyebab diare, memperbaiki frekuensi BAB, serta kepadatan feses. Dengan begitu, anak dapat kembali pulih dan beraktivitas dengan ceria.

Referensi

Gastroenteritis fact sheet. (2019, October 24). Children’s Health Queensland. Retrieved July 29, 2020, from https://www.childrens.health.qld.gov.au/fact-sheet-gastroenteritis/

Gastroenteritis in children. (n.d.). KidsHealth NZ. Retrieved July 29, 2020, from https://www.kidshealth.org.nz/gastroenteritis-children

Gastroenteritis. (n.d.). NHS inform – Scottish health information you can trust | NHS inform. Retrieved July 29, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/gastroenteritis

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). Gastroenteritis in children. Harvard Health. Retrieved July 29, 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/gastroenteritis-in-children-a-to-z

Kids health information : Gastroenteritis (gastro). (n.d.). The Royal Children’s Hospital : The Royal Children’s Hospital. Retrieved July 29, 2020, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Gastroenteritis_gastro/