Cara Efektif Mengobati Diare pada Bayi Usia 6-24 Bulan

Oleh Roby

Cara Efektif Mengobati Diare pada Bayi Usia 6-24 Bulan

Diare dapat menyerang semua kelompok umur, tak terkecuali bayi usia 6-24 bulan. Masalah kesehatan ini tidak dapat dianggap sepele karena jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi hingga mengancam nyawa si kecil. Oleh sebab itu, mari ketahui cara efektif merawat bayi yang mengalami diare serta obat yang dapat diberikan agar diarenya dapat segera mereda.

Apa yang perlu dilakukan dan kapan sebaiknya memberikan obat ketika bayi diare?

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2011, diare masih merupakan masalah kesehatan dengan angka yang tinggi terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut data dari Pusdatin, prevalensi diare berada pada kelompok umur 1-4 tahun sebanyak 16,7% diikuti usia di bawah 1 tahun dengan angka 16,5%. Hal ini yang menjadi alasan utama pentingnya mengetahui cara mengobati atau merawat diare pada anak. Apa saja di antaranya?

Memastikan si kecil agar tidak mengalami dehidrasi

Sebelum membahas obat diare, langkah awal agar diare tidak mengakibatkan efek yang berbahaya adalah dengan menjaga kadar air dalam tubuh bayi. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) tanda-tanda si kecil sudah mulai mengalami dehidrasi ringan-sedang adalah:

  • Terlihat selalu merasa haus
  • Frekuensi buang air kecil berkurang
  • Mata terlihat agak cekung
  • Kekenyalan kulit menurun
  • Bibir atau mulut kering

Pada kondisi berat, dehidrasi dapat terlihat dari:

  • Napas cepat dan dalam
  • Terlihat sangat lemas
  • Kesadaran menurun
  • Denyut nadi cepat
  • Kekenyalan kulit sangat menurun

Agar si kecil terhindar dari gejala-gejala tersebut, selalu siapkan cairan oralit sebagai obat atau pertolongan pertama untuk menggantikan cairan yang keluar akibat diare. Lanjutkan juga pemberian ASI karena kandungan di dalamnya tidak akan memperparah diare tetapi justru dapat membantu mencegah dan mempercepat pemulihan.

Membantu mengurangi gejala yang dirasakan

Faktor yang membuat bayi menderita ketika terserang diare adalah berbagai gejala yang dirasakan. Dikutip dari Hopkins Medicine, gejala diare pada setiap anak mungkin akan berbeda, termasuk:

  • Keram dan nyeri perut
  • Kembung
  • Mual
  • Frekuensi BAB meningkat
  • Demam
  • Dehidrasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk mengatasi dehidrasi Ibu perlu selalu menjaga kadar cairan dalam tubuh bayi. Untuk bantu atasi gejala lainnya, obat diare merupakan salah satu pilihan solusi yang perlu dipertimbangkan.

Pilih obat diare bayi yang mengandung bahan-bahan alami agar aman dan tidak menimbulkan efek samping, seperti Entrostop Herbal Anak. Obat diare satu ini memiliki kandungan ekstrak tanaman herbal yang dapat membantu meredakan gejala diare, yaitu daun jambu biji, teh, jahe, dan kunyit.

Sebagai contoh, dalam sebuah jurnal tahun 2018 yang diterbitkan oleh Food Science & Nutrition menyatakan, jahe sudah sejak lama digunakan untuk bantu mengatasi berbagai jenis masalah pada pencernaan termasuk diare.

Mengatur menu makan yang tepat

IDAI menjelaskan, selain obat, cara pemberian makan pada anak yang sedang mengalami diare juga tak kalah penting dalam penanganan masalah ini. Jenis makanan yang aman dan kaya akan cairan, seperti sup dan yoghurt memang dianjurkan, tetapi hindari pemberian buah-buahan karena mengandung jenis-jenis gula yang dapat memperburuk diare.

Selain itu, atur porsi makan menjadi lebih kecil karena diare seringkali membuat nafsu makan menurun. Di samping memberikan makanan sehat dan seimbang, berikan makanan dalam porsi kecil tapi lebih lebih sering, misalnya setiap 3-4 jam sekali, untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil selama diare.

Penting untuk diketahui, diare pada umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah 7-10 hari. Sehingga Ibu tidak perlu panik. Hal pertama yang harus selalu dilakukan adalah menjaga kadar cairan. Setelah itu Ibu dapat memberikan obat diare untuk membantu mengurangi gejala yang dirasakan. Jangan ragu untuk selalu bertanya atau berkonsultasi pada dokter jika Ibu merasa khawatir akan kondisi si kecil.

 

Referensi:

 

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) – Kementerian Kesehatan RI (2011).  Situasi Diare di Indonesia – Buletin Diare.  Retrieved July 3, 2020, from https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-diare.pdf

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2014). Bagaimana Menangani Diare pada Anak. Retrieved July 3, 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2017). Bagaimana Memberi Makan Anak Saat Sedang Diare. Retrieved July 3, 2020, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare

Hopkins Medicine. (n.d.). Diarrhea in Children. Retrieved July 3, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/diarrhea-in-children

U.S. National Library of Medicine – Medlineplus. (2020). Diarrhea in infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved July 3, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000691.htm

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Science & Nutrition, 7(1), 96–108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807