Diare Disertai Demam, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh Manda

Diare Disertai Demam, Bagaimana Mengatasinya?

Dalam beberapa kasus, diare mungkin saja disertai demam. Hal ini bisa membuat tubuh lemas dan tidak bertenaga. Agar tidak berkembang menjadi gejala yang lebih serius dan kondisi bisa cepat teratasi, ada baiknya lakukan perawatan. 

Sebelum itu, yuk ketahui mengapa bisa timbul demam saat diare.

Penyebab timbulnya demam saat diare

Diare yang disertai demam biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Virus atau bakteri yang masuk ke dalam sistem pencernaan dapat berkembang dan mengiritasi dan menginfeksi dinding usus halus, sehingga timbul diare dan demam. 

Virus atau bakteri ini dapat menyebabkan gangguan penyerapan cairan di dalam usus, sehingga tubuh mengeluarkan banyak cairan yang sebetulnya dibutuhkan. 

Menurut University of California Irvine Medical Centre, virus yang menyebabkan diare dan demam adalah norovirus. Sementara bakteri yang juga menjadi agen penyebab diare dan demam adalah E. coli, Salmonella, Campylobacter, Listeria, dan lainnya.

Virus dan bakteri ini bisa ditularkan baik melalui makanan yang terkontaminasi, barang-barang yang terpapar kontaminan diare, ataupun sanitasi yang buruk.

Setelah seseorang terjangkit, virus dan bakteri membutuhkan waktu beberapa saat hingga timbul gejala umum diare seperti:

  • demam
  • mencret (frekuensi BAB lebih dari tiga kali dan lebih 70 persen  feses mengandung air)
  • demam
  • sakit perut

Jika diare disertai demam, jangan tunda untuk melakukan perawatan di rumah agar kondisi segera pulih.

Cara mengatasi diare yang disertai demam

Ada banyak hal kegiatan dan rencana yang tertunda ketika Anda mengalami diare yang disertai demam. Agar tubuh cepat pulih dan sembuh, Anda perlu cara untuk menuntaskan diare hingga ke akarnya. Berikut cara mengatasinya.

1. Minum obat diare

Gejala diare yang disertai demam dapat diredakan dengan konsumsi obat khusus diare. Pilih obat dengan kandungan aktif attapulgite dan pectin. Kedua kandungan ini bantu menuntaskan masalah diare dengan menyerap racun (virus atau bakteri) penyebab diare, serta membuangnya lewat BAB. Obat diare ini juga bantu redakan gejala sakit perut pada orang diare.

Kandungan pectin dan attapulgite dapat ditemukan dalam Entrostop. Obat diare ini mudah ditemukan di apotek terdekat. Langsung minum Entrostop ketika Anda menemukan gejala diare yang timbul.

Untuk bantu meredakan gejala demam, Anda dapat minum obat dengan kandungan paracetamol. Biasanya paracetamol bekerja satu jam setelah dikonsumsi.

Selalu baca aturan pakai sebelum mengonsumsi obat-obatan terlebih dulu, agar obat dapat bekerja secara optimal.

2. Periksa ke dokter

Ada baiknya Anda konsultasikan ke dokter bila gejala diare berkembang serius, seperti muntah lebih dari dua hari, dehidrasi, terdapat darah pada BAB, serta disertai demam lebih dari 39ºC. 

Dokter akan memberikan menganalisa penyebab diare. Jika penyebab diare disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin saja akan meresepkan antibiotik. Sementara jika virus menjadi penyebabnya, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan lainnya.

Selain itu, dokter akan menyarankan pemberian infus bagi Anda yang mengalami diare disertai demam dan dehidrasi. Anda bisa menanyakan makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari pada dokter, agar pemulihan tubuh dapat berlangsung optimal. 

3. Jangan stres, tidur yang cukup

Mungkin saja ada banyak hal yang perlu ditunda sementara waktu karena kondisi diare yang disertai demam. Jangan biarkan stres merajalela pikiran, karena tubuh Anda sedang berjuang untuk pulih dari kondisi diare.

Maka itu, redam stres yang melanda, fokuslah pada perawatan diare, dan istirahat cukup. Usahakan tidur setidaknya 8 jam sehari untuk mendukung pemulihan. Menurut laman Sleep Foundation, saat tidur, tubuh melepaskan protein sitokin yang berperang melawan infeksi dan peradangan penyebab penyakit. Maka itu,  jangan lupa untuk istirahat cukup pemulihan berlangsung efektif. 

Pada siang hari, usahakan rihat 30 menit untuk menurunkan kadar stres dalam tubuh serta meningkatkan respons imunitas tubuh dalam melawan penyakit.

4. Rehidrasi setiap waktu

Diare yang juga disertai dengan demam meningkatkan risiko dehidrasi. Diare membuang cairan yang diperlukan di dalam tubuh, sehingga tubuh memerlukan pengganti cairan agar Anda bisa setiap hari.

Pastikan tubuh mendapat asupan air mineral setidaknya 8 gelas atau 2 liter setiap harinya. Selain itu, jangan lupa untuk minum oralit. Oralit terdiri atas garam dan gula yang mengandung elektrolit untuk dukung pemenuhan cairan tubuh.

Elektrolit bermanfaat untuk menghantarkan listrik di dalam tubuh dalam mendukung kerja sistem saraf, otot, jantung, dan otak. Konsumsi oralit semasa diare dapat bantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh dan mengurangi risiko dehidrasi.

5. Konsumsi probiotik

Salah satu asupan untuk meredakan diare adalah probiotik. Probiotik dapat membantu meredakan gejala diare.

Di satu sisi, Anda perlu menghindari produk susu saat diare. Namun, melansir dari Cleveland Clinic, Anda diperbolehkan mengonsumsi yogurt atau kefir yang rendah atau tidak mengandung gula karena kandungan probiotik di dalamnya. Probiotik ini mampu menambah bakteri baik di dalam usus dan melawan bakteri jahat di dalam usus.

Namun, dalam mengatasi diare yang disertai demam, lebih baik konsultasikan dulu ke dokter sebelum mengonsumsi asupan probiotik. Mana kala, dokter memiliki rekomendasi asupan yang lebih tepat untuk mengatasi kondisi Anda.

Semoga, lima tips di atas dapat bantu redakan diare dan demam yang menyertai. Jangan lupa untuk segera minum obat bila Anda merasakan gejala diare yang timbul. Semoga segera pulih!

 

Referensi:

Mom’s Advice Is Still the Best for Treating Diarrhea. (2019). Retrieved 27 July 2020, from https://health.clevelandclinic.org/moms-advice-is-still-the-best-for-treating-diarrhea/

Stomach Flu (Gastroenteritis) : Symptoms, Causes & Diagnosis. (2020). Retrieved 27 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis

Diarrhea | MedlinePlus. (2020). Retrieved 27 July 2020, from https://medlineplus.gov/diarrhea.html

Viral gastroenteritis (stomach flu) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 27 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847

Information, H., Diseases, D., Flu”), V., Flu”), T., Center, T., & Health, N. (2020). Treatment of Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”) | NIDDK. Retrieved 27 July 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment

Paracetamol for adults: painkiller to treat aches, pains and fever. (2019). Retrieved 27 July 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/

Diarrhea – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 27 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241

Boost Your Health with Better Sleep – Sleep Foundation. (2018). Retrieved 27 July 2020, from https://www.sleepfoundation.org/articles/how-sleep-affects-your-immunity

Fluid and Electrolyte Balance: MedlinePlus. (2020). Retrieved 27 July 2020, from https://medlineplus.gov/fluidandelectrolytebalance.html

Brucker, M., & King, T. (2017). Pharmacology for women’s health (p. 606). Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning.

Determinants of Decreased Fecal Consistency in Patients with Diarrhea. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://www.gastrojournal.org/article/0016-5085(95)90134-5/pdf