Tips Memulihkan Bayi Mencret dari Risiko Dehidrasi

Oleh Amanda

Tips Memulihkan Bayi Mencret dari Risiko Dehidrasi

Dalam kondisi normal, bayi yang masih minum air susu ibu (ASI) tekstur fesesnya lembut dan berair. Namun, pada bayi yang diare umumnya mengalami mencret dan memiliki tekstur feses lebih lunak dibanding biasanya. Lantas, bagaimana cara membedakan feses untuk tahu si kecil sedang dalam kondisi sehat atau diare?

Mengenali kondisi bayi yang mencret karena diare

Salah satu cara mengidentifikasi kesehatan bayi adalah dengan menilik warna dan tekstur feses, serta pola BAB-nya. Penting bagi ibu untuk tahu seperti apa feses bayi yang normal dan tidak normal agar bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Berikut ini kondisi feses bayi dalam kondisi normal:

1. Bayi yang menyusu ASI

Tekstur feses berwarna kuning terang atau kehijauan, bertekstur lembut, dan terkadang berlendir. Di antaranya juga terlihat potongan kecil menyerupai biji. Tak lama waktu berselang setelah minum ASI, bayi biasanya BAB.

2. Bayi yang menyusu formula

Warna feses bayi berwarna kuning hingga kecokelatan dan berbentuk seperti pasta selai kacang.

Jika si bayi memiliki ciri pola BAB seperti di atas, artinya si kecil dalam kondisi sehat. Sementara bila si kecil mengalami diare, ada beberapa gejala yang menyertainya. 

  • BAB bayi berwarna agak putih atau abu-abu
  • Tekstur berair dan sangat banyak lendir 
  • Bayi mencret lebih dari 12 kali atau BAB lebih dari sekali setelah diberi ASI
  • BAB yang mendadak dan tidak diprediksi 

Diare pada bayi bisa berdampak pada risiko dehidrasi, karena tubuhnya tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Saat diare, tubuh akan mengeluarkan banyak cairan karena frekuensi BAB yang sering dan berair. Penting untuk mengenali apa saja tanda dehidrasi pada bayi yang sedang diare.

  • Tidak ada air mata yang keluar saat menangis
  • Sedikit buang air kecil, bisa dilihat dari popok yang tidak basah dibanding biasanya
  • Kurang aktif dari biasanya
  • Rewel
  • Mulut kering
  • Kulit kering, bisa diketahui dengan sedikit cubitan dan kulit bayi tak kembali seperti semula dalam waktu yang cepat
  • Mata cekung
  • Ada bagian kepala yang cekung
  • Demam di atas 38°C

Bila Ibu menemukan gejala dehidrasi saat bayi diare, lebih baik bawa ia secepat mungkin ke rumah sakit. Dokter akan mengidentifikasi penyebab diare dan memberikan pengobatan yang tepat berdasarkan kondisi si kecil.

Mengatasi bayi mencret supaya tidak dehidrasi

Bayi yang mencret membuang banyak cairan di dalam tubuhnya. Terlebih ketika gejala diare disertai muntah. Maka itu, saat bayi diare, Ibu perlu memperhatikan asupan cairannya.

Ada beberapa tips perawatan agar bayi tidak sampai dehidrasi saat diare.

1. Segera bawa ke dokter

Saat bayi mencret dan diikuti dengan gejala diare lainnya, segera periksakan ke dokter anak. Jangan tunggu sampai bayi menunjukkan gejala dehidrasi. Ibu bisa menceritakan kronologi perubahan pola BAB, tekstur, dan warna feses. Apa saja yang Ibu makan selama memberikan ASI, serta apa saja konsumsi MPASI yang diterima bayi.

Dokter akan mengidentifikasi dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi diare bayi. Mungkin ia akan mendapatkan obat-obatan berdasarkan kondisinya. Ibu pun tak perlu ragu menanyakan apa saja pada dokter anak, misalnya pantangan dan hal yang perlu diperhatikan supaya si kecil bisa segera pulih dan tidak diare lagi.

2. Tetap berikan ASI

Ibu tetap perlu memberikan ASI untuk mencegah dehidrasi karena bayi terus-terusan mencret. Pemberian ASI dapat membantu bayi cepat pulih, dibantu juga dengan pengobatan yang dokter berikan.

Dalam ulasan jurnal Current Tropical Medicine Reports, begitu luar biasanya peran ASI yang memberikan perlindungan optimal bagi kesehatan si kecil, terutama untuk sistem pencernaannya. Pemberian ASI secara rutin juga mengurangi gejala diare pada anak dan mencegah efek negatif terhadap tumbuh-kembang si kecil.

3. Pemberian oralit

Dokter biasanya merekomendasikan pemberian oralit pada si kecil. Oralit merupakan minuman yang berisi elektrolit dan gula untuk mengembalikan cairan pada anak. Ini dilakukan agar bayi terhindar dari dehidrasi, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh dan elektrolitnya.

Pada bayi yang menyusu formula, dokter mungkin akan meminta Ibu untuk menghentikan pemberian susu dan menyarankan pemberian oralit. Pemberian oralit ini sebaiknya tidak dilakukan mandiri, tetapi berdasarkan resep dokter.

Penting untuk menjaga bayi tetap terhidrasi saat ia diare. Nah, bagi Ibu yang memiliki anak usia di atas enam  tahun dan mengalami diare, dapat diberikan Entrostop Herbal Anak.

Obat diare ini mengandung ekstrak daun jambu biji daun teh, jahe, dan kunyit. Kandungan tersebut membantu atasi diare pada anak dan menuntaskan gejala, seperti mulas, mual, dan kembung. Entrostop Herbal Anak hadir dalam bentuk sediaan sirup dengan rasa jambu biji yang manis. 

Ibu bisa sedia Entrostop Herbal Anak setiap saat untuk atasi gejala diare segera. Jangan lupa, baca aturan pakai sebelum memberikan obat diare pada si kecil. Semoga si kecil segera pulih!

 

Referensi:

Diarrhea in Babies. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Diarrhea-in-Babies.aspx

12 Types of Baby Poop & What They Mean (Infographic). (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://www.unitypoint.org/blankchildrens/article.aspx?id=40567710-74c7-4ef2-a040-847be9fbd35a

infants, D. (2020). Diarrhea in infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 3 July 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000691.htm

Dehydration (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/dehydration.html

How to Treat Diarrhea in Infants and Young Children. (2019). Retrieved 3 July 2020, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-treat-diarrhea-infants-and-young-children

What’s causing my infant’s diarrhea?. (2020). Retrieved 3 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/expert-answers/diarrhea-in-infants/faq-20095632

Turin, C., & Ochoa, T. (2014). The Role of Maternal Breast Milk in Preventing Infantile Diarrhea in the Developing World. Current Tropical Medicine Reports. doi: 10.1007/s40475-014-0015-x