Jangan Dibiarkan, Hati-hati Terjadi Komplikasi Diare Berikut Ini

Oleh Riska

Jangan Dibiarkan, Hati-hati Terjadi Komplikasi Diare Berikut Ini

Diare merupakan masalah kesehatan yang sangat umum dialami oleh setiap orang dari berbagai usia, mulai bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa sampai lansia. Biasanya diare menyerang selama satu sampai dua hari, tapi bila kondisinya parah bisa lebih. Anda perlu waspada ketika mengalami diare lebih dari dua hari karena ini menjadi tanda terjadi komplikasi yang serius. Berikut penjelasan lengkapnya. 

Penyebab diare

Mengutip dari Mayo Clinic, hal yang menjadi penyebab diare adalah bakteri, virus dan parasit. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab diare adalah salmonela dan e-coli. Sementara untuk virus yang paling sering menjadi penyebab diare pada anak adalah flu dan rotavirus. 

Diare juga disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh parasit misalnya dari kotoran hewan yang dibawa oleh lalat. Bahkan, diare juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu.

Pada beberapa kasus, diare yang kronis disebabkan oleh iritasi pada usus dan radang usus. Keduanya membuat perut nyeri bahkan sampai tinja bercampur dengan darah.

Di samping itu, penyebab diare yang cukup sering  adalah pengaturan air limbah dan kakus yang kurang baik. Hindari kondisi di atas untuk mencegah diare agar tak datang kembali.

Berbagai komplikasi diare

Diare membuat tubuh kekurangan cairan karena buang air terus menerus, setidaknya lebih dari tiga kali dalam sehari. Pada anak-anak dan lansia, dehidrasi sangat berbahaya karena bisa memengaruhi sistem imun tubuh.

Pada kondisi yang sangat parah, Anda bisa mengalami komplikasi diare yang perlu diwaspadai, yaitu:

1. Dehidrasi

Seperti yang sudah disebutkan, diare bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Pada level komplikasi diare, tingkat dehidrasinya bisa ringan sampai sangat berat sehingga membuat tubuh lemas. 

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa tanda dehidrasi berat yang dialami oleh orang dewasa, yaitu:

  • Mulut dan kulit kering
  • Frekuensi buang air kecil berkurang dalam sehari, bahkan tidak sama sekali
  • Kelelahan parah
  • Urine berwarna gelap bahkan kehitaman

Sementara itu, dehidrasi akibat diare tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bayi dan anak-anak. Diare pada anak sangat berbahaya karena tubuhnya masih dalam masa pertumbuhan. Kondisi ini juga bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh si kecil.

Berikut tanda dehidrasi pada anak saat ia mengalami komplikasi diare:

  • Popok tidak basah dalam beberapa jam
  • Lidah dan mulut kering
  • Demam di atas 39 derajat celcius
  • Menangis tanpa air mata
  • Tidak merespon ketika diajak komunikasi
  • Cekung di area perut, mata, atau pipi

Dehidrasi pada anak dan orang dewasa harus ditangani dengan cepat sehingga tubuh tidak kekurangan cairan.

2. Malabsorbsi (gangguan penyerapan makanan)

Mengutip dari Medical News Today, selain dehidrasi, malabsorbsi menjadi penyakit komplikasi diare yang sering dialami.

Ini adalah kondisi gangguan yang menyebabkan usus tidak bisa menyerap nutrisi tertentu untuk dialirkan ke dalam darah. Sebagai contoh, gangguan penyerapan makronutrien (protein, lemak, dan karbohidrat) juga mikronutrien (vitamin dan mineral). 

Kondisi malabsorbsi bisa mengakibatkan seseorang mengalami gizi buruk yang ditandai dengan tidak adanya pertambahan berat dan tinggi badan sesuai usia. Ini sering dialami oleh anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. 

Diare kronis biasanya menjadi gejala pertama Anda mengalami malabsorbsi. Pada kondisi ini, tinja atau kotoran akan menjadi berlemak, berbusa, sampai memiliki bau busuk yang menyengat.

Saluran pencernaan dan hati memiliki peran yang penting dalam penyerapan nutrisi. Namun ketika penyerapan makanan berasalah, kondisi ini bisa mengganggu kondisi saluran pencernaan dan hati.  

3. Malnutrisi

Dalam situ resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dijelaskan bahwa kondisi malnutrisi menjadi salah satu komplikasi diare yang cukup serius.

Anak-anak yang meninggal karena diare sering menderita kekurangan gizi atau malnutrisi, sebaliknya anak yang malnutrisi juga rentan terhadap diare. 

Diare bisa membuat kondisi gizi semakin buruk dan penyakit ini menjadi penyebab utama malnutrisi pada anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun.

4. Septikemia

Ini adalah kondisi ketika seseorang mengalami keracunan darah akibat banyak bakteri yang masuk ke dalam aliran darah.

Septikemia disebabkan oleh bakteri Clostridium difficile tapi tidak langsung menyebabkan diare. Bakteri ini bekerja dengan menyerang usus besar sampai menjadi radang, baru menimbulkan diare parah. 

Komplikasi diare ini sangat bahaya ketika berkelanjutan menjadi sepsis. Sepsis terjadi ketika bakteri menyerang seluruh organ tubuh.

Bakteri Clostridium difficilea akan menyebabkan peradangan, membuat darah menggumpal, dan menghambat oksigen untuk mencapai organ tertentu. Ini membuat organ mengalami kegagalan fungsi bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dikarenakan komplikasi diare cukup berat, Anda perlu memperhatikan kondisi tubuh jika sudah mengalami diare. Lakukan pertolongan pertama dengan mengganti cairan tubuh yang terbuang akibat diare dengan cara:

  • Banyak minum air putih atau cairan oralit setiap diare
  • Mengonsumsi Entrostop untuk mengatasi diare pada anak dan orang dewasa.

Sesuaikan dosisnya dengan membaca petunjuk di label kemasan. Jika kondisi diare Anda belum membaik, Anda perlu konsultasi ke dokter untuk penanganan selanjutnya. 

 

Referensi:

Diarrhea: Causes, treatment, and symptoms. (2020). Retrieved 27 April 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/158634

Tidy, D. (2018). Diarrhoea | Causes, Treatment, Complications & Prevention. Retrieved 27 April 2020, from https://patient.info/digestive-health/diarrhoea

Diarrhea | MedlinePlus. (2020). Retrieved 27 April 2020, from https://medlineplus.gov/diarrhea.html

Diarrhea – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 27 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241

Diarrhoeal disease. (2017). Retrieved 27 April 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Septicemia. (2020). Retrieved 27 April 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/septicemia

C. Difficile (C. diff) | Sepsis Alliance. (2020). Retrieved 27 April 2020, from https://www.sepsis.org/sepsisand/c-difficile/