Kenali Tahapan Dehidrasi Saat Diare pada Anak

Kenali Tahapan Dehidrasi Saat Diare pada Anak

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan umum yang bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua.

Meski masuk dalam kategori penyakit tidak berbahaya, namun diare bisa sangat berbahaya jika tidak menyebabkan dehidrasi.

Selain dapat menyebabkan proses penyembuhan diare terhambat dan terganggunya kinerja organ tubuh, dalam kondisi yang sangat parah, dehidrasi bisa merusak organ dalam yang berujung pada kematian. Resiko ini akan semakin meningkat jika terjadi pada anak-anak dan lansia.

Maka dari itu, untuk mencegah resiko terburuk yang mungkin saja terjadi, penting mengenali tahapan dehidrasi yang terjadi pada anak-anak pada saat mereka mengalami diare.

1. Dehidrasi Ringan Sedang

Dehidrasi ringan merupakan kondisi kekurangan cairan yang cukup umum, tapi harus segera mendapat penanganan yang serius, apalagi jika terjadi pada anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang jarang dan terlihat sangat kehausan.

Selain itu, dehidrasi ringan ditandai dengan bibir yang kering, mata terlihat cekung, dan kekenyalan kulit menurun.

Untuk memastikannya, Anda bisa mencubit kulit anak, dan lihat perbedaannya. Jika terlihat ada jeda saat akan kembali ke kondisi normal (sedikit lambat), ini pertanda dehidrasi.

Untuk mengatasinya, Anda bisa memberikan cairan elektrolit atau bisa juga dengan memberikan air kelapa muda. Selain itu, berikan juga larutan oralit yang bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat.

2. Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat merupakan kondisi kekurangan cairan yang harus segera mendapatkan pertolongan tenaga profesional. Biasanya kondisi ini terjadi akibat dehidrasi ringan yang tidak tertangani dengan benar, atau ada kondisi lainnya yang membuat penyusutan kadar cairan tubuh anak menurun cepat.

Dehidrasi berat ditandai dengan munculnya gejala dehidrasi ringan, disertai dengan gejala tambahan seperti anak yang terlihat sangat lemas, nafas cepat, terkadang kehilangan kesadaran tanpa sebab, dan tingkat kekenyalan kulit yang terlihat sangat menurun.

Biasanya pasien dengan dehidrasi berat akan mendapatkan infus untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang. Terapi dengan pemberian oralit terus dilakukan hingga kondisinya kembali normal.

Dampak Dehidrasi Pada Anak

Dehidrasi saat diare bukan kondisi yang bisa dianggap enteng. Menurut data World Health Organization (WHO) dan The United Nations Children’s Fund (UNICEF) di tahun 2019, sekitar satu dari lima kematian anak balita di dunia disebabkan karena diare.

Ironisnya, angka kematian anak, khususnya bayi dan Balita akibat diare mencapai angka 1,5 juta per tahun, dengan mayoritas disebabkan oleh komplikasi akibat dehidrasi. Ada beberapa kondisi yang membuat dehidrasi sangat berbahaya bagi anak, diantaranya:

Kejang. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh, hingga akhirnya menyebabkan tubuh mengalami kejang-kejang, hingga kehilangan kesadaran, meracau dan lainnya.

Jika dibiarkan dehidrasi akan mengganggu kinerja kinerja ginjal dalam menetralisir racun.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan terbentuknya infeksi saluran kemih, terbentuknya batu ginjal hingga gagal ginjal.

Syok hipovolemik merupakan kondisi ketika terjadi penurunan kadar oksigen dan tekanan darah akibat volume darah yang kurang drastis.

Kondisi inilah yang dinilai sebagai puncak dari bahaya dehidrasi akibat diare karena bisa berujung pada kematian.

Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan pencernaan anak. Jika mereka mengalami diare, pastikan untuk selalu memberikan air putih dalam jumlah yang cukup, dan rutin minumkan segelas air setelah mereka buang air besar.

Jika mereka masih menyusu, pastikan untuk selalu memberikan ASI yang cukup. Lebih sering jauh lebih baik ketimbang langsung banyak di satu waktu. Jangan lupa, langsung hubungi dokter jika diare pada anak tidak mengalami penurunan dalam waktu 2 x 24 jam.

Referensi:

  1. HealthyChildren.org. Diakses pada 2021. Signs of Dehydration in Infants & Children
  2. Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Dehydration in Children: Signs, Treatments
  3. Healthline. Diakses pada 2021. The Warning Signs of Dehydration in Toddlers