5 Jenis Obat Diare yang Mudah Ditemukan dan Didapat

Oleh Roby Rizki

5 Jenis Obat Diare yang Mudah Ditemukan dan Didapat

Semua orang ingin segera meredakan diare akibat gejalanya yang dapat menyiksa dan mengganggu. Tak hanya mengganggu aktivitas, apabila dibiarkan, diare rentan menyebabkan dehidrasi yang bisa berbahaya karena mengganggu sistem kerja tubuh secara keseluruhan. Untuk itu, penting memilih obat yang cocok dan efektif dalam mengatasi diare.

Apa saja pilihan obat diare yang tepat?

Diare merupakan kondisi kesehatan saat frekuensi buang air besar meningkat (cenderung sering) disertai feses berair atau cair. Banyak hal yang dapat menyebabkan diare, seperti:

  • Virus
  • Bakteri dan parasit
  • Efek samping obat, seperti antibiotik
  • Intoleransi laktosa
  • Pemanis buatan
  • Gangguan pencernaan

Diare cukup umum terjadi dan seringkali tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut. Biasanya Anda hanya perlu menunggu diare untuk reda tapi secara bersamaan tetap mencegah dehidrasi dengan minum banyak air.  Sediaan praktis yang sudah mengandung air dan elektrolit juga sudah banyak dan mudah ditemukan yaitu oralit. Oralit atau dikenal juga sebagai ORS (Oral Rehydration Solution), pertama kali diperkenalkan oleh World Health Organization pada tahun 1979.

Oralit terdiri dari:

  • Air bersih yang telah dimasak sampai mendidih atau air mineral kemasan
  • Elektrolit (bisa berasal dari garam), merupakan senyawa yang dibutuhkan tubuh agar bekerja secara normal
  • Karbohidrat, biasanya berasal dari gula

Lalu, terdapat obat diare dapat dikonsumsi untuk membantu mempercepat pemulihan.

Berikut beberapa jenis obat diare yang dapat Anda pilih:

1 . Absorben

Salah satu obat untuk mengatasi diare yang perlu Anda pertimbangkan adalah Entrostop. Selain mudah didapat karena dijual di apotek, Entrostop mengandung attapulgite dan pectin yang ampuh untuk mengatasi diare dan gejalanya karena bekerja sebagai absorben.

Masing-masing kandungan dari obat diare Entrostop memiliki fungsi yang berbeda.

  • Attapulgite. Menyerap racun dan bakteri penyebab diare lalu dikeluarkan melalui feses ketika buang air besar.
  • Pectin. Mengembalikan tekstur feses menjadi lebih padat sehingga tubuh tidak kehilangan cairan.

3. Loperamide

Obat diare selanjutnya adalah loperamide. Obat ini bekerja dengan memperlambat proses pencernaan di dalam usus sehingga mengurangi frekuensi buang air besar. Ditambah lagi, tubuh akan mendapat kesempatan untuk menyerap cairan yang Anda minum dan tidak langsung dibuang. Intinya, loperamide membantu tubuh mengurangi diare dan membuat feses kembali padat.

Anda dapat membeli loperamide di apotek terdekat tanpa membutuhkan preskripsi dokter. Oleh sebab itu, perhatikan aturan pakai dengan cermat agar tidak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

4. Bismuth subsalicylate

Bismuth subsalicylate bekerja dengan menyeimbangkan cairan dalam saluran pencernaan agar tidak terlalu cepat mengalir atau langsung dibuang. Ditambah lagi, obat ini dapat mengurangi peradangan dengan cara mencegah bakteri dan virus berkembang di dalam perut dan usus.

Obat diare ini dapat berupa tablet, cairan, atau tablet kunyah dan dikonsumsi dengan atau tanpa makan terlebih dahulu. Sama halnya seperti loperamide, ikuti aturan pakai dengan cermat dan jangan dipakai secara berlebihan karena tidak akan mempercepat proses pemulihan diare.

Perlu diingat, loperamide dan bismuth subsalicylate tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 12 tahun. Untuk anak, Anda dapat memilih obat yang aman seperti oralit dan Entrostop Herbal Anak.

5. Probiotik

Probiotik sudah lama terbukti sebagai mikroorganisme yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Suplemen atau pun makanan yang kaya akan probiotik seringkali digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan, termasuk menjadi obat untuk diare.

Menambah asupan probiotik melalui suplemen dapat membantu mencegah beberapa jenis diare dan juga mengatasi diare dengan cara menambah bakteri baik di dalam usus agar seimbang.

Dari ratusan jenis probiotik yang ada, penelitian menunjukkan hanya beberapa jenis probiotik yang efektif dalam mengatasi diare. Berikut beberapa di antaranya:

  • Lactobacillus rhamnosus
  • Saccharomyces boulardii
  • Bifidobacterium lactis
  • Lactobacillus casei

Sekali lagi, semua obat diare yang telah disebutkan dapat Anda beli dari apotek terdekat tanpa membutuhkan preskripsi dari dokter. Oleh karena itu, baca dan ikut aturan pakai dan apabila diare tidak kunjung membaik, segera konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

 

Sumber:

Government of Canada, Foreign Affairs, Trade and Development Canada. (2016). Oral Rehydration Solutions – Travel.gc.ca. Retrieved September 25, 2019, from Travel.gc.ca website: https://travel.gc.ca/travelling/health-safety/rehydration

WebMD. (2019). How Well Does Your Diarrhea Treatment Work? Retrieved February 23, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/digestive-disorders/frequent-diarrhea-16/weigh-diarrhea-treatment

familydoctor.org editorial staff. (2018, March 19). Anti-diarrheal Medicines: OTC Relief for Diarrhea – familydoctor.org. Retrieved February 23, 2020, from familydoctor.org website: https://familydoctor.org/antidiarrheal-medicines-otc-relief-for-diarrhea/

NHS Choices. (2019). Loperamide (including Imodium). Retrieved February 23, 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/

Bismuth Subsalicylate: MedlinePlus Drug Information. (n.d.). Retrieved February 23, 2020, from medlineplus.gov website: https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a607040.html

Probiotics for Diarrhea: Benefits, Types, and Side Effects. (n.d.). Retrieved February 23, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/nutrition/probiotics-for-diarrhea#best-probiotics