Hal Utama yang Menyebabkan Sakit Perut

Oleh Fidhia

Hal Utama yang Menyebabkan Sakit Perut

Ada banyak penyebab sakit perut, mulai dari infeksi kuman penyakit, naiknya asam lambung hingga kelainan yang terjadi pada organ diluar usus. Salah satu penyebab umum sakit perut adalah gangguan pencernaan seperti diare. Namun, setiap kondisi atau penyakit penyebab sakit perut biasanya juga diikuti dengan munculnya gejala-gejala lain. Rasa sakit yang dirasakan juga bisa bersumber dari bagian saluran pencernaan yang berbeda. 

Penyebab sakit perut yang biasa dialami

Rasa sakit di perut yang tidak kunjung pulih bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi atau penyakit. Kenali beberapa penyebab sakit perut secara umum berikut ini.

1. Diare

Penyebab sakit perut yang sering dialami banyak orang adalah diare. Gangguan pencernaan ini ditandai dengan buang air besar terus-menerus (>3 kali dalam sehari) dengan kondisi feses yang berair dan lembek (>70% air) dan jumlahnya cukup banyak. Nyeri perut yang termasuk gejala diare memunculkan rasa mulas yang seakan memelintir bagian tengah perut.

Diare dapat disebabkan oleh kuman penyakit, seperti virus dan patogen, yang menyerang organ pencernaan di dalam perut, tetapi seringkali juga disebabkan sensitivitas usus yang berlebihan terhadap makanan yang masuk. Diare ringan atau akut biasanya bisa berlangsung kurang dari 3 hari.

Menurut Mayo Clinic, diare penyebab sakit perut yang sampai berminggu-minggu tergolong sebagai  diare kronis. Kondisi ini tidak umum dan mengarah pada gangguan pencernaan serius.

Jika penyebab nyeri perut ini tidak segera diobati, diare yang parah dapat menyebabkan dehidrasi berat.

2. Naiknya asam lambung

Gastroesophageal reflux (GERD) atau gangguan refluks asam terjadi ketika asam lambung yang berasal dari saluran pencernaan di perut kembali naik ke kerongkongan (esofagus).

Kenaikan asam lambung ini dapat menjadi penyebab munculnya rasa nyeri seperti sensasi panas di perut bagian atas (heartburn). Sebagian besar kasus GERD terjadi akibat efek samping konsumsi obat-obatan non steroid anti-inflamasi (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen.

Di samping itu, konsumsi makanan yang dapat memicu kenaikan asam lambung. Oleh karena itu, Anda bisa mencegah penyebab sakit perut ini dengan menghindari makanan pedas atau yang mengandung asam serta kafein. Jika penyakit ini sering kambuh, usahakan untuk menerapkan pola makan sehat dan teratur.

3. Sembelit 

Jika diare adalah kondisi yang menyebabkan seseorang buang air besar secara terus-menerus, sembelit atau konstipasi adalah kebalikannya.

Sembelit menjadi penyebab sakit perut karena membuat Anda kesulitan untuk buang air atau BAB jadi tidak teratur selama beberapa hari.

Sembelit disebabkan oleh penumpukan feses yang mengeras di usus besar sehingga menyebabkan rasa kembung dan nyeri di bagian bawah perut. Konsumsi makanan kurang serat merupakan penyebab utama sembelit.

Untuk mengatasinya Anda bisa menggunakan obat pencahar untuk mengencerkan feses. Namun, obat terbaik untuk sembelit adalah dengan melakukan langkah pencegahan, yaitu dengan mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayur dan buah-buahan  serta berolahraga secara rutin.

4. Gastritis

Gastritis merupakan istilah klinis yang digunakan untuk kondisi peradangan pada lambung. Penyakit pencernaan ini terjadi ketika lapisan dinding lambung (mukosa) mengalami pembengkakan.

Oleh karena itu, gastritis menjadi penyebab munculnya rasa sakit di bagian perut atas sebelah kiri, tempat lambung terletak.

Peradangan lambung bisa disebabkan oleh makan makanan pedas atau asam, konsumsi obat pereda nyeri secara jangka panjang, konsumsi alkohol secara berlebih, atau infeksi bakteri di lambung. Pengobatan penyebab sakit perut ini dilakukan dengan obat-obatan penurun asam lambung seperti antasida atau obat antibiotik.

5. Keracunan makanan

Penyebab utama rasa nyeri di perut berasal dari jenis makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman penyakit seperti bakteri dapat menyebabkan seseorang mengalami keracunan makanan.

Keracunan makanan sering disamakan dengan gastroenteritis atau penyakit muntaber yang ditandai dengan gangguan lain seperti diare. Gejalanya keracunan makanan memang menyebabkan mual, muntah, dan diare, tapi juga bisa disertai rasa nyeri yang khas seperti kram perut dan gejala lain seperti tubuh menggigil dan demam.

Pengobatan yang dilakukan biasanya menggunakan antibiotik untuk menghentikan infeksi bakteri dan minum obat diare yang berfungsi mengurangi frekuensi buang air besar selama beberapa hari.

Jika Anda mengalami tanda-tanda diare, solusi pintar untuk cepat mengatasi sakit perut adalah dengan minum Entrostop.

 

Sumber:

Abdominal pain Causes. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/abdominal-pain/basics/causes/sym-20050728

Abdominal pain: Common and uncommon causes. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/318286#Fifteen-causes-and-symptoms-of-abdominal-pain

Abdominal Pain: What You Should Know. (2020). Webmd.com. Retrieved 28 April 2020, from https://www.webmd.com/pain-management/guide/abdominal-pain-causes-treatments#1

Diarrhea – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241

Food poisoning – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 28 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230