Gejala Diare dan Cara Cepat Mengatasinya

Oleh Amanda

Gejala Diare dan Cara Cepat Mengatasinya

Sakit perut dan terus-terusan ingin ke kamar mandi, apakah ini gejala diare atau gangguan pencernaan lainnya? Gejala diare bisa kapan saja menghampiri, terutama ketika daya tahan tubuh menurun. Untuk mengetahuinya, simak mengenai gejala diare berikut dan cara mengatasinya.

Gejala diare yang wajib diketahui

Diare merupakan suatu kondisi ketika Anda buang air besar (BAB) dengan tekstur feses yang lembek dan berair (ampasnya hanya sedikit karena air lebih dari 70%), tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Diare dapat menjadi serius dan fatal, sehingga perlu segera diobati.

Beberapa orang biasanya mengalami diare beberapa kali dalam kurun waktu setahun. Diare berlangsung setidaknya dua sampai tiga hari, tetapi pada beberapa orang diare bisa berlangsung lebih dari tiga hari.

Secara umum, diare disebabkan bakteri yang bernama Salmonella atau E. coli. Pada anak-anak, penyebab diare umumnya adalah Rotavirus.

Gejala diare yang dapat Anda ketahui antara lain:

  • Mual
  • Sakit perut bagian atas
  • Kram
  • Kembung
  • Dehidrasi karena banyak cairan yang keluar
  • Demam
  • Feses berdarah
  • Rasa ingin buang air besar
  • BAB dalam jumlah banyak

Diare bisa berkembang lebih serius ketika Anda BAB lebih dari tiga kali sehari dan tidak minum banyak air. Hal ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Dalam kondisi diare, salah satu pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah minum banyak air. Ini sebagai langkah mencegah dehidrasi.

Namun, dalam beberapa kasus diare bisa berkembang menjadi kronis ketika berlangsung kurang lebih empat minggu. Kondisi ini disebabkan gangguan atau kelainan pada pencernaan. 

Misalnya, Irritable Bowel Syndrome (IBS) yaitu gangguan sistem kerja pada usus besar, tetapi tidak menunjukkan adanya kerusakan jaringan. Gejala ditandai dengan sakit perut yang berulang.

Gejala diare yang berdampak dehidrasi

Diare bisa berdampak pada dehidrasi karena tubuh akan lebih mudah dan cepat kehilangan cairan. 

Maka dari itu, ketahui gejala dehidrasi saat diare yang perlu menjadi perhatian sebagai berikut.

  • kelelahan
  • mulut kering
  • peningkatan denyut jantung
  • pusing
  • rasa haus 
  • frekuensi buang air kecil berkurang

Bila kondisi sudah mencapai tahap dehidrasi, jangan lupa untuk segera berkonsultasi ke dokter agar Anda mendapatkan penanganan khusus. 

Dalam kasus pasien diare yang dehidrasi berat, biasanya dibantu dengan cairan infus. Pada umumnya, orang tua dan anak-anak paling rentan dengan dehidrasi saat mengalami diare.

Penanganan dan pengobatan diare

Kunci pengobatan diare adalah hindari dehidrasi dan tuntaskan dengan obat. Ada banyak cairan tubuh yang hilang karena diare. Di sinilah pentingnya mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. 

Selain itu, pilih obat yang mampu mengeluarkan kuman atau virus penyebab diare. Anda bisa langsung minum obat Entrostop tablet dengan kandungan attapulgite dan pectin.

Kedua kandungan ini bekerjasama dengan menyerap bakteri dan racun penyebab diare, serta membuangnya lewat BAB. Keduanya juga memperbaiki tekstur feses,

Attapulgite dan pectin mampu mengatasi gejala diare seperti sakit perut dan kembung, juga bekerja untuk menghentikan diare.

Kini tak perlu bingung lagi. Segera beli Entrostop di apotek terdekat sebagai pertolongan pertama mengatasi gejala diare. Selalu siap sedia Entrostop kapan saja sebagai antisipasi jika diare menyerang tiba-tiba.

Menghindari faktor risiko penyebab diare

Gejala diare tidak muncul begitu saja, pasti ada yang menjadi pemicunya. Faktor risiko yang bisa menjadi penyebab diare adalah kebersihan personal maupun lingkungan.

Bakteri, virus, dan parasit biasanya menjadi penyebab utama diare dan sakit perut. Mereka bisa tersebar di mana saja, termasuk di permukaan benda-benda yang terkontaminasi, makanan, dan air.

Penyebab diare ini dapat ditularkan secara mudah mulai dari tangan hingga masuk ke dalam mulut. Misalnya pada makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Untuk mencegah munculnya gejala diare, Anda perlu menghindari faktor risiko. Caranya menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah dari toilet, setelah mengganti popok anak, serta sebelum dan setelah makan. Saat mencuci tangan, jangan lupa gunakan air mengalir dan sabun cuci tangan. 

Penularan diare juga bisa melalui kontak makanan. Maka itu, pastikan Anda mencuci bersih seluruh bahan makanan sebelum dimasak, serta memasak makanan hingga betul-betul matang. Dengan cara sederhana ini, Anda bisa meminimalkan risiko penularan diare.

 

 

Sumber:

Schiller, L. R. (2018). Evaluation of chronic diarrhea and irritable bowel syndrome with diarrhea in adults in the era of precision medicine. The American Journal of Gastroenterology, 113(5), 660–669. https://doi.org/10.1038/s41395-018-0032-9

Causes and Risk Factors of Diarrhea. Retrieved February 21, 2020, from Verywell Health website: https://www.verywellhealth.com/diarrhea-causes-1324505

Diarrhea: Causes, treatment, and symptoms. (n.d.). Retrieved February 21, 2020, from www.medicalnewstoday.com website: https://www.medicalnewstoday.com/articles/158634

Causes of Diarrhea and Tips for Prevention. (n.d.). Retrieved February 21, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/diarrhea#causes

Diarrhea. Retrieved February 21, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-diarrhea#1

Diarrhea – Symptoms and causes. (n.d.). Retrieved February 22, 2020, from Mayo Clinic website: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241?page=0&citems=10