Kenali Gejala Dehidrasi pada Anak yang Diare

Oleh Amanda

Kenali Gejala Dehidrasi pada Anak yang Diare

Gejala diare yang tak segera ditangani bisa saja mengakibatkan anak dehidrasi. Penyakit ini umum dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak, sehingga perlu dilakukan penanganan segera untuk menghindari dehidrasi.

Diare amat mudah menyerang, terutama di musim hujan. Karena penyebaran bakteri diare dapat secara mudah berpindah dari air yang terkontaminasi maupun makanan yang tidak dimasak hingga matang.

Untuk memberikan penanganan yang tepat, saatnya orangtua kenali penyebab diare yang berdampak dehidrasi pada anak berikut ini.

Mengenali penyebab umum diare pada anak 

Diare pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, maupun parasit. Anak yang menderita diare dapat secara mudah menularkan kepada individu lainnya. Mikroorganisme penyebab diare ini sangat mudah ditularkan mulai dari feses ke tangan dan mulut, termasuk ke makanan.

Penyebaran ini sangat mudah terjadi, terutama ketika kebersihan diri anak tidak terjaga dengan baik.

Agar ibu mengetahui bagaimana penyebab umum penyebaran diare yang mungkin menyebabkan dehidrasi pada anak, ketahui penjelasan singkat di bawah ini dulu yuk.

1. Infeksi virus

Penyebab diare yang disebabkan infeksi virus sangat umum terjadi pada anak. Anak dengan diare akibat infeksi virus ditandai dengan peningkatan suhu badan sekitar 38C, feses berair, muntah, sakit perut, kehilangan selera makan, sakit kepala, hingga otot nyeri.

Bila tidak ditangani segera, infeksi ini bisa berakibat dehidrasi pada anak. Namun, untuk proses infeksinya sendiri dimulai 12 jam hingga 5 hari setelah si kecil terpapar virus dan gejala mereda pada 3-7 hari ke depan.

2. Infeksi bakteri

Diare juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti E. Coli, salmonella, maupun shigellosis. Bakteri ini dapat mudah ditemui pada makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak dengan matang.

Penyebaran bakteri juga disebabkan oleh air yang tidak bersih. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri bisa menyebabkan diare. Biasanya gejala diare ini menyebabkan anak demam tinggi dengan ditandai lendir ataupun darah pada feses.

3. Infeksi parasit

Parasit Giardia mudah ditemukan pada air yang terkontaminasi. Termasuk di air mancur maupun kolam renang. Tipe parasit ini resisten terhadap klorin, sehingga mungkin saja menyerang anak.

Infeksi parasit ini sangat mungkin menyerang anak dan menyebabkan diare dan dehidrasi jika tak segera dilakukan pertolongan pertama.

Gejala diare anak tanpa dehidrasi

Kebanyakan orangtua mendapati si kecil tidak ceria dan lincah saat mengalami diare. Tapi dalam infeksi tahap awal, biasanya diare pada anak tidak disertai dengan dehidrasi. 

Dehidrasi pada anak bisa terjadi ketika diare anak tak segera ditangani. Sama seperti yang dijabarkan pada penyebab diare di atas, gejala diare yang timbul sebagai berikut.

  • demam
  • kehilangan nafsu makan
  • mual dan muntah
  • berat badan turun
  • sakit perut
  • BAB dengan frekuensi sering
  • tekstur feses lembut hingga berair

Diare menyebabkan anak kehilangan banyak cairan di dalam tubuhnya. Jika tak ada cairan yang tergantikan pada tubuh anak, dampak diare berkelanjutan pada dehidrasi. Karena dari rangkaian gejala di atas, anak sangat mungkin kehilangan banyak cairan dan memicu terjadinya dehidrasi.

Gejala diare anak dengan dehidrasi ringan

Ketika diare berkembang ke arah dehidrasi ringan, ada beberapa pertambahan gejala yang bisa orangtua ketahui. Bila sebelumnya anak masih dapat bermain, tetapi diare yang disertai dehidrasi ringan ditandai dengan beberapa gejala.

  • anak tidak bergerak aktif seperti biasanya
  • jarang buang air kecil 
  • mulut kering
  • menangis, tapi tidak mengeluarkan air mata
  • feses yang lembut

Gejala diare anak sampai dehidrasi parah

Gejala diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi yang parah. Dalam beberapa kasus dapat menimbulkan gejala sebagai berikut.

  • anak jadi lebih rewel
  • mata terlihat cekung
  • tidur sepanjang hari
  • tubuh dingin, serta pucat pada kaki dan tangan
  • kulit berkeriput
  • air mata tidak keluar saat menangis

Pada kasus terburuk, anak tidak mampu minum air, sehingga cairan tubuhnya tak dapat tergantikan. Jika terjadi diare yang disertai dehidrasi parah, orangtua perlu segera konsultasikan ke dokter. Tenaga medis akan merekomendasikan perawatan yang tepat. Salah satunya adalah pemberian cairan melalui infus.

Perawatan yang tepat untuk anak yang diare dengan dehidrasi

Anak yang mengalami diare sangat mungkin mengalami dehidrasi. Sebagai pertolongan pertama, orangtua bisa memberikan oralit untuk menjaga tubuh si kecil tetap terhidrasi. Jangan lupa untuk memerhatikan tata cara pakainya.

Untuk meredakan gejala, ibu bisa memberikan Entrostop Herbal Anak. Obat dalam bentuk sirup ini memiliki rasa manis jambu biji, sehingga disukai oleh anak-anak.

Entrostop Herbal Anak mengandung ekstrak daun jambu biji, ekstrak daun teh, ekstrak jahe, serta ekstrak kunyit. Keempat kandungan utama ini bekerja sama meredakan gejala mulas, mual, dan kembung pada anak diare.

Sementara itu, jangan lupa untuk memerhatikan nutrisi anak saat diare. Anak pastinya sulit makan saat ia mengalami diare.

Agar asupan cairannya tetap tergantikan dan nutrisinya tetap terpenuhi, orangtua bisa memberikan makanan yang bisa menyamankan perut si kecil. Misalnya dengan pisang, nasi atau bubur, apel yang dihaluskan, maupun roti panggang.

 

 

Sumber:

Patient education: Acute diarrhea in children (Beyond the Basics). https://www.uptodate.com/contents/acute-diarrhea-in-children-beyond-the-basics. Diakses 3 Januari 2020.

Diarrhea. https://kidshealth.org/en/teens/diarrhea.html. Diakses 3 Januari 2020.

Signs of Dehydration in Infants & Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx. Diakses 3 Januari 2020.

Everything you need to know about the BRAT diet. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318255.php#How-does-the-BRAT-diet-work. Diakses 3 Januari 2020.

Koletzko, S., & Osterrieder, S. (2009). Acute Infectious Diarrhea in Children. Deutsches Aerzteblatt Online. doi: 10.3238/arztebl.2009.0539

Dehydration. https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=776&language=english. Diakses 3 Januari 2020.

Can Ginger Treat Diarrhea? https://www.healthline.com/health/ginger-for-treatment#considerations. Diakses 3 Januari 2020.

Turmeric. https://www.rxlist.com/turmeric/supplements.htm. Diakses 3 Januari 2020.

Birdi, T., & Gupta, P. (2015). Psidium guajava leaf extract prevents intestinal colonization of Citrobacter rodentium in the mouse model. Journal Of Ayurveda And Integrative Medicine, 6(1), 50. doi: 10.4103/0975-9476.146557. Diakses 3 Januari 2020.

Besra, S., Gomes, A., Ganguly, D., & Vedasiromoni, J. (2003). Antidiarrhoeal activity of hot water extract of black tea (Camellia sinensis). Phytotherapy Research, 17(4), 380-384. doi: 10.1002/ptr.1171. Diakses 3 Januari 2020.