Kenali Gejala Diare Kronis dan Cara Pengobatannya

Oleh Aprinda

Kenali Gejala Diare Kronis dan Cara Pengobatannya

Diare umum menyerang orang di segala usia, dari bayi maupun orang dewasa. Umumnya, gangguan pencernaan ini berlangsung dalam beberapa hari. Namun, ada pula yang merasakannya hingga berminggu-minggu. Jika sudah seperti ini, kemungkinan besar gejala sudah mengarah pada diare kronis. Namun, seperti apa gejala diare kronis itu?

Gejala diare kronis yang harus Anda perhatikan

Diare kronis merupakan kondisi terus buang air yang terjadi secara persisten. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, diare ini dapat berlangsung selama lebih dari 2 hingga 4 minggu.

Penyebab diare persisten sangat beragam. Ini meliputi infeksi, peradangan di usus, alergi dan intoleransi makanan, serta penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.

Sebenarnya, diare persisten menimbulkan gejala yang tidak berbeda jauh diare biasa. Hanya saja waktu berlangsungnya yang terjadi lebih lama. Berbagai gejala diare kronis yang umum terjadi, meliputi:

  • Buang air lebih sering dari biasanya dan Anda susah menahannya ketika desakan untuk BAB muncul
  • Feses yang dikeluarkan encer
  • Perut mulas, kram, dan kembung

Jika penyebab diare kronis adalah infeksi bakteri, biasanya akan disertai gejala berikut ini:

  • BAB berdarah
  • Demam dan tubuh menggigil
  • Perut mual, pusing, dan sakit kepala

Diare yang terjadi secara terus-menerus ini bisa menyebabkan dehidrasi dan malabsorpsi. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, keduanya ditandai dengan gejala, seperti:

  • Mulut kering dan urine berubah warna menjadi gelap serta jadi lebih sedikit
  • Pusing dan mata jadi cekung
  • Feses yang keluar cenderung berminyak dan berbau busuk
  • Berat badan menurun

Bila Anda mengalami gejala di atas, lakukan pemeriksaan dokter segera untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Cara mengatasi gejala diare kronis

Agar gejala diare persisten tidak mengganggu aktivitas atau menimbulkan komplikasi, ada berbagai cara untuk mengatasinya, seperti:

1. Minum obat diare

Diare bisa Anda redakan dengan obat, baik dengan atau tanpa resep yang di apotek maupun toko obat. Salah satu obat yang bisa Anda minum adalah Entrostop tablet. Obat diare ini mengandung pectin dan attalpugite, yang bekerja dengan menyerap racun penyebab diare dan membuat tekstur feses jadi lebih padat.

Bila Anda mengalami gejala diare yang mengarah pada infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Obat dapat meredakan gejala diare dengan membunuh bakteri penyebab infeksi.

2.  Ubah gaya hidup lebih sehat

Mengobati diare kronis tidak hanya dengan minum obat saja. Anda juga perlu menyesuaikan gaya hidup. Pasalnya, penerapan gaya hidup yang tidak tepat bisa memicu gejala diare kembali kambuh dan ini membuat pengobatan jadi tidak efektif.

Penerapan gaya hidup yang sesuai untuk orang yang mengalami diare kronis, meliputi:

Mencukupi asupan cairan

Diare persisten membuat cairan tubuh jadi berkurang dan meningkatkan risiko dehidrasi. Guna mengganti cairan tubuh yang hilang, Anda perlu memperhatikan kebiasaan minum air.

Pastikan Anda minum air putih tidak kurang dari 8 gelas per hari. Selain minum air putih, menikmati sup bening juga bisa membantu menggantikan cairan tubuh. Hindari minuman beralkohol, bersoda, atau mengandung tinggi kafein.

Pilih makan yang aman untuk usus

Mengalami diare kronis menandakan bahwa perut Anda sensitif terhadap makanan tertentu, seperti produk susu. Jadi, akan lebih baik Anda batasi atau hindari makanan yang mengandung susu sapi di dalamnya.

Selama diare berlangsung, hindari makanan yang pedas, makanan mentah, mengandung banyak gas atau pemanis buatan.

Sebagai gantinya, konsumsi makanan yang aman saat diare, seperti pisang, roti putih, nasi, atau apel yang dihaluskan. Cara mengolah makanan juga lebih baik direbus, ditumis, dikukus, bukan digoreng dengan banyak minyak.

Situs kesehatan Mayo Clinic menyarankan Anda untuk meningkatkan probiotik dalam tubuh. Ini kemungkinan besar dapat membantu memulihkan tubuh dari diare lebih cepat. Pasalnya, probiotik merupakan bakteribakteri baik yang ditambahkan yang sama dengan bakteri baik yang  hidup di usus besar.

Anda bisa mendapatkan probiotik dari yogurt rendah gula atau makanan fermentasi, seperti tempe. Bisa juga dengan minum suplemen probiotik di bawah pengawasan dokter.

 

Sumber:

Hygiene-related diseases. (2018, December 12). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/disease/chronic_diarrhea.html [Accessed on April 28th, 2020]

Hygiene-related diseases. (2018, December 12). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/healthywater/hygiene/disease/chronic_diarrhea.html [Accessed on April 28th, 2020]

Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes [Accessed on April 28th, 2020]

Entrostop. (n.d.). Kalbe Farma. https://www.kalbe.co.id/products/ArtMID/456/ArticleID/459/Entrostop [Accessed on April 28th, 2020]