Diare, Gejala Baru Virus Corona yang Tidak Boleh Disepelekan

Oleh Nadhila

Diare, Gejala Baru Virus Corona yang Tidak Boleh Disepelekan

Demam tinggi, batuk kering dan sesak napas kini tidak lagi dapat dianggap sebagai gejala awal dari paparan virus corona. Nyatanya, gangguan pencernaan seperti diare dianggap sebagai gejala lain dari virus corona yang perlu Anda perhatikan.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah publikasi studi di Wolster Klower yang menunjukkan bahwa 103 dari 204 pasien positif COVID-19 melaporkan adanya gejala gangguan pencernaan, seperti kurang nafsu makan (78,6%), diare (34%), muntah-muntah (3,9%) dan nyeri perut (1,9%).

Studi lain dari Clinical Gastroenterology and Hepatology menyatakan bahwa durasi rata-rata bagi pasien positif COVID-19 yang mengalami diare adalah tiga sampai empat hari. Menurut observasi, pasien melakukan buang air besar selama beberapa kali sampai 30 kali per hari.

Meskipun begitu, perlu ada penelitian lebih lanjut yang mendukung korelasi antara diare dan virus corona. Untuk itu, mari ketahui beragam penyebab, gejala dan cara mengatasi diare berikut ini.

Apa saja penyebab diare?

Diare dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Bakteri Campylobacter, E. coli, Salmonella dan Shigella
  • Virus penyebab flu, norovirus atau rotavirus
  • Parasit Cryptosporidium enteritis, Entamoeba histolytica dan Giardia lamblia
  • Obat-obatan seperti antibiotik, obat kanker dan antasid yang mengandung magnesium
  • Alergi makanan seperti intoleransi laktosa
  • Penyakit yang menyerang lambung dan usus, seperti penyakit Crohn (radang usus menahun)
  • Masalah pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS)
  • Efek pasca-operasi di bagian perut

Apa saja gejala yang dialami penderita diare? 

Menurut WHO, diare merupakan keadaan feses menjadi tidak normal atau cair. Seseorang dianggap mengalami diare bila melakukan buang air besar tiga kali atau lebih dalam satu hari. Diare biasanya berlangsung sekitar satu atau dua hari. 

Namun, bila diare berlangsung selama berhari-hari, Anda perlu waspada karena dapat berdampak serius dan kemungkinan merupakan gejala awal dari diare kronis. Bila hal itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

Berikut adalah beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita diare:

  • Sering merasa ingin buang air besar
  • Keram
  • BAB dalam jumlah banyak
  • Mual
  • Sakit perut

Bila diare disebabkan oleh infeksi, penderita dapat mengalami gejala berikut:

  • Feses berdarah
  • Demam dan menggigil
  • Pusing
  • Muntah

Diare dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Efek dehidrasi ini bisa berakibat serius terutama bagi anak dan orang tua serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Pengobatan diare di rumah

Salah satu langkah pengobatan pertama diare, yang juga menjadi gejala lain dari corona, adalah dengan memberikan cairan dan elektrolit yang cukup untuk mencegah dehidrasi pada tubuh. Cara ini dapat dilakukan dengan mudah di rumah.

Bagi orang dewasa, diare dapat diobati dengan minum air, jus buah, soda dan kuah kaldu yang cukup. Namun, bila dalam waktu satu hari diare tak kunjung sembuh, segera konsumsi obat diare dengan kandungan Attapulgite dan Pectin yang dapat menyerap racun, toksin, bakteri dan virus penyebab diare, seperti Entrostop.

Sementara pada anak, diare harus diobati dengan memberikan suplementasi atau obat yang dapat menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang pada anak. Untuk penanganan lebih lanjut, Anda bisa memberikan Entrostop Herbal Anak.

Bila diare tak kunjung sembuh

Diare berkepanjangan dapat menjadi gejala corona. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami kondisi tersebut, untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Terlebih lagi, bila diare disertai dengan gejala virus corona lain, Anda perlu melakukan beberapa langkah penanganan lebih lanjut untuk mendiagnosis apakah Anda positif terpapar virus corona atau tidak. Misalnya, dengan melakukan Rapid Test dan Swab Test. Bila diagnosa dinyatakan positif, maka lakukan isolasi diri untuk mencegah penularan kepada orang lain.

Perlu diketahui bahwa gangguan pencernaan merupakan penyakit yang umum terjadi dan tidak selalu berarti Anda terindikasi positif COVID-19. Namun, penanganan lebih awal dapat mengurangi risiko penularan.

 

Referensi:

Editorial board. (2003). Clinical Gastroenterology And Hepatology, 1(4), A3-A3. doi: 10.1053/s1542-3565(03)00143-5

(2020). Retrieved 26 October 2020, from https://journals.lww.com/ajg/Documents/COVID_Digestive_Symptoms_AJG_Preproof.pdf 

Diarrhoeal disease. (2020). Retrieved 26 October 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease 

Topics, H. (2020). Diarrhea | MedlinePlus. Retrieved 26 October 2020, from https://medlineplus.gov/diarrhea.html#:~:text=Diarrhea%20is%20loose%2C%20watery%20stools,but%20it%20may%20last%20longer 

Information, H., Diseases, D., Causes, S., Diarrhea, S., Center, T., & Health, N. (2020). Symptoms & Causes of Diarrhea | NIDDK. Retrieved 26 October 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diarrhea/symptoms-causes#:~:text=Common%20bacteria%20that%20cause%20diarrhea,Salmonella%20link%2C%20and%20Shigella%20link