Ciri & Gejala Dehidrasi Karena Diare dan Cara Mengatasinya

Oleh Amanda

Ciri & Gejala Dehidrasi Karena Diare dan Cara Mengatasinya

Diare umumnya dapat sembuh dua sampai tiga hari, tetapi diare jangan dibiarkan karena bisa berdampak dehidrasi berat. Meskipun diare terdengar kondisi yang umum dan pernah dialami semua orang, diare perlu segera ditangani.

Bagaimana proses diare bisa menjadi dehidrasi berat? Simak penjelasannya berikut.

Dari diare berkembang menjadi dehidrasi berat

Diare biasanya disertai dengan gejala frekuensi BAB sering, demam, dan muntah. Gejala tersebut bisa membuat kekurangan cairan dan berdampak pada dehidrasi berat. Hal ini disebabkan oleh tubuh mengeluarkan banyak cairan, terutama saat BAB dan muntah.

Cairan yang keluar bukan hanya air saja, tetapi elektrolit. Elektrolit merupakan mineral yang mengandung muatan listrik di dalam tubuh manusia. Elektrolit terdiri dari sodium, klorida, kalium, dan bikarbonat. 

Elektrolit di dalam tubuh berfungsi untuk menyeimbangkan kadar air di dalam tubuh, menjaga pH tubuh, memindahkan nutrisi makanan ke dalam sel, dan membuang sisanya. Fungsi vital yang tidak kalah penting adalah memastikan sistem saraf, otot, jantung, dan otak bekerja dengan baik.

Sebelumnya disebutkan bahwa diare bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak diatasi. Oleh karena banyaknya cairan yang keluar, tubuh membutuhkan cairan pengganti. Bila tidak, dehidrasi berat bisa membahayakan kesehatan bahkan bisa fatal.

Baca juga: 5 Minuman untuk Meredakan Diare

Ciri dan gejala dehidrasi karena diare

Rasa haus bukan menjadi satu-satunya indikator tubuh mengalami dehidrasi berat. Gejala dehidrasi terdiri dari:

  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Tidak bisa berkeringat
  • Rasa haus yang ekstrim
  • Kurangnya buang air kecil
  • Urine berwarna gelap
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Linglung atau kurangnya kesadaran
  • Denyut nadi yang cepat dan lemah
  • Tekanan darah tidak terdeteksi
  • Sianosis perifer, yakni perubahan warna kebiruan pada tangan atau kaki disebabkan kadar oksigen yang rendah dalam sel darah

Gejala-gejala yang timbul merupakan tanda bahwa dehidrasi sudah berpengaruh pada sistem kerja organ tubuh. Kondisi ini bisa berkembang lebih serius jika tidak diatasi segera. Dalam kasus dehidrasi berat, ada komplikasi yang berdampak pada kesehatan. Beberapa di antaranya dapat dilihat di bawah ini.

1. Syok hipovolemik

Dehidrasi berat berarti tubuh kekurangan cairan di dalam tubuh, sehingga jumlah darah yang beredar pun sedikit dan penyebaran oksigen ke jaringan tubuh tidak optimal. Kondisi ini dikenal dengan istilah syok hipovilemik. Jika ini berlangsung terus-menerus dan tidak ditangani cepat, kesehatan Anda bisa terancam.

2. Kejang

Oleh karena elektrolit dalam tubuh tidak seimbang akibat dehidrasi berat diare, pasien bisa mengalami kejang. Pada dasarnya, tubuh membutuhkan elektrolit, seperti kalium dan natrium, untuk menghantarkan sinyal listrik dari sel ke sel.

Ketidakseimbangan elektrolit bisa menyebabkan kontraksi otot, sehingga pasien bisa mengalami kejang dan terkadang hilang kesadaran.

3. Gangguan pada ginjal

Dehidrasi berat bisa berdampak pada kerja ginjal. Ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan tidak mampu membantu ginjal membuang kotoran di dalam darah dalam bentuk urine. 

Dehidrasi dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan asam di dalam tubuh. Kotoran bisa menyumbat ginjal karena tubuh melepaskan mioglobin, protein yang dikeluarkan saat otot mengalami kerusakan.

Dehidrasi bisa menyebabkan gangguan ginjal, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga gagal ginjal.

4. Heat stroke

Dehidrasi berat adalah salah satu dampak yang berkembang pada diare. Anda yang mengalami kondisi ini juga berpotensi mengalami heat stroke. Heat stroke bisa terjadi dalam keadaan tertentu, seperti panas ekstrem, tingkat kelembapan tinggi, atau aktivitas di bawah terik matahari. 

Keringat merupakan proses tubuh mendinginkan diri. Namun dalam kondisi dehidrasi, tubuh tidak bisa berkeringat. Sehingga suhu di dalam tubuh juga meningkat dan menyebabkan heat stroke.

Cara mengatasi dehidrasi karena diare

Bila Anda mengalami dehidrasi karena diare, ada baiknya Anda memberikan penanganan segera mencegah pengembangan gejala ke organ lainnya. Agar tubuh pulih dan cairan yang hilang dapat segera tergantikan, berikut beberapa cara yang perlu dilakukan:

1. Minum banyak air mineral

Pada saat diare, ada banyak cairan yang terbuang melalui muntahan, keringat, maupun BAB yang cair. Di samping itu, demam pada saat diare juga bisa berdampak pada dehidrasi. Oleh karenanya, jangan lupa untuk minum banyak air putih untuk mengatasi dehidrasi. Setidaknya orang dewasa membutuhkan 2 liter cairan per harinya untuk menjaga tubuh tetap hidrasi.

2. Minum oralit

Anda juga bisa selalu sedia oralit di rumah, ketika dehidrasi akibat diare melanda. Oralit mengandung cairan elektrolit, seperti natrium yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Anda perlu segera minum oralit setiap kali BAB atau muntah untuk menggantikan cairan yang hilang. Baca juga aturan pakai oralit pada kemasan, agar tubuh dapat mengembalikan fungsi normalnya..

3. Minum air kelapa

Air kelapa membantu mengembalikan cairan tubuh setelah beraktivitas fisik maupun diare. Air kelapa mengandung elektrolit alami, seperti kalium, natrium, dan mangan, sehingga membantu kecukupan cairan tubuh. Anda dapat minum air kelapa untuk menangani dehidrasi karena diare di rumah, agar cairan tubuh segera tercukupi.

4. Periksakan diri ke dokter

Bila Anda menemukan gejala dehidrasi berat saat diare, segera periksakan ke dokter. Selain itu, urine yang berwarna gelap menunjukkan pasien mengalami dehidrasi. Terutama jika sebelumnya Anda telah mengalami diare lebih dari dua hari disertai dengan muntah. 

Biasanya dokter merekomendasikan untuk menambahkan cairan melalui infus. Dokter juga akan memberikan pengobatan dan perawatan berdasarkan kondisi dehidrasi berat akibat diare.

Baca juga: Cara Mudah Untuk Membuat Oralit di Rumah

Mencegah dehidrasi saat diare

Dehidrasi menjadi salah satu dampak yang bisa berdampak ke masalah kesehatan lainnya. Namun sebelum dehidrasi terjadi, ada baiknya Anda melakukan pertolongan pertama secara mandiri untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Jangan lupa untuk minum banyak air putih. Penambahan cairan lain bisa diperoleh dari kaldu atau cairan elektrolit. Hal yang lebih praktis seperti oralit juga bisa direkomendasikan. Namun jika tidak tersedia, Anda bisa membuat sendiri larutan gula garam dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Jika diare menyerang, atasi segera dengan obat diare Entrostop. Kandungan attapulgite dan pectin dapat menghentikan diare dengan cara menyerap kuman atau virus penyebab diare, mengeluarkannya lewat BAB, serta menghentikan diarenya.

Selalu sedia Entrostop kapan saja agar diare bisa segera diatasi. Entrostop bisa diperoleh di apotek terdekat atau melalui link ini.

 

Referensi:

Diarrhea. Retrieved February 24, 2020, from WebMD website.

Dehydration: Why It Is So Dangerous – Diarrhoea, Diarrhea, Rehydration. (n.d.). Retrieved February 24, 2020, from rehydrate.org website.

Peripheral Cyanosis (Blue Hands and Feet). Retrieved February 24, 2020, from Healthline website.

Dehydration: Symptoms, causes, and treatments. (n.d.). Retrieved February 24, 2020, from www.medicalnewstoday.com website.

Dehydration. (2019). Retrieved February 24, 2020, from Medlineplus.gov website.

Fluid and Electrolyte Balance. (2019). Retrieved February 24, 2020, from Medlineplus.gov website.

Can Dehydration Affect Your Kidneys? (2018, April 16). Retrieved February 24, 2020, from National Kidney Foundation website.

What Is Hypovolemic Shock? Retrieved February 24, 2020, from WebMD website.

Dehydration – Symptoms and causes. (n.d.). Retrieved February 24, 2020, from Mayo Clinic website.

How to Recognize Severe Dehydration and What to Do. Retrieved February 24, 2020, from Healthline website.

Attapulgite (Kaopectate) Uses, Side Effects & Dosage. (n.d.). Retrieved February 24, 2020, from MedicineNet website.

Pectin. Retrieved February 24, 2020, from Drugs.com website.

Taghavi, S., & Askari, R. (2019, January 13). Hypovolemic Shock. Retrieved February 24, 2020, from Nih.gov website.

Dehydration – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 22 March 2021.

Oral Rehydration Salts ORS – How Do I Prepare an Oral Rehydration Salts – ORS Solution at Home?. (2021). 

Coconut water: Healthy drink or marketing scam?. (2021). Retrieved 22 March 2021.