Begini Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Oleh Fidhia

Begini Cara Mengatasi Diare pada Ibu Hamil

Diare merupakan gangguan pencernaan yang umum dialami siapapun, termasuk ibu hamil. Kondisi imun tubuh yang menurun dan perubahan hormon dapat menjadi penyebab kenapa ibu hamil lebih rentan terserang diare. Di sisi lain, selama sakit ibu hamil juga harus tetap menjaga kesehatan janin. Lantas, seperti apa cara yang aman mengatasi diare pada ibu hamil sehingga tidak mengganggu perkembangan janin? Adakah obat diare khusus untuk ibu hamil atau obat tertentu yang perlu dihindari?

Berbagai cara mengatasi diare pada ibu hamil

Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan gejala buang air besar terus-menerus dengan feses yang berair dan lembek. Gejala diare biasanya dapat berangsur membaik dalam 1-3 hari.

Namun apabila diare berlangsung lebih lama, gangguan pencernaan ini dapat membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas atau lebih parahnya mengalami dehidrasi berat. Jika ibu hamil mengalami dehidrasi, aliran darah yang mengantarkan nutrisi dan oksigen ke plasenta akan terhambat sehingga membahayakan kondisi janin.

Untuk menghindari risiko komplikasi ini, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengatasi diare pada ibu hamil.

1. Minum obat diare yang dianjurkan dokter

Tidak semua obat diare yang dijual bebas di apotek atau supermarket terbukti aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

Konsumsi obat diare sebaiknya perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, beberapa obat diare diketahui memiliki kandungan aktif yang memberikan dampak buruk pada janin di usia kehamilan trimester kedua dan ketiga, salah satunya adalah lomotil.

Dilansir dari Babycenter, ibu hamil yang mengalami diare sebaiknya menghindari konsumsi obat antidiare jenis Ioperamide (Imodium) atau obat yang mengandung kaolin dan pektin (Kaopektat). Obat diare ini bisa sangat mudah membuat ibu hamil mengalami dehidrasi.

Apabila penyebab diare pada ibu hamil adalah infeksi bakteri, penggunaan obat antibiotik memang diperlukan sebagai cara mengatasi penyakit ini.

Akan tetapi, antibiotik untuk diare harus diperoleh melalui resep dokter. Segera pergi memeriksakan diri ke dokter ketika diare tetap berlangsung lebih dari 3-4 hari.

2. Memperbanyak minum air

Untuk mengatasi diare ringan pada ibu hamil, Anda sebenarnya hanya perlu melakukan carapengobatan diare sederhana di rumah seperti memperbanyak istirahat dan konsumsi cairan.

Diare membuat ibu hamil banyak kehilangan cairan tubuh sehingga rentan mengalami dehidrasi. Apalagi kebutuhan cairan ibu hamil lebih besar dibandingkan orang biasa.

Oleh karena itu, cara paling tepat mengatasi diare pada ibu hamil adalah dengan memenuhi kebutuhan elektrolit, vitamin, dan mineral di dalam tubuh yang hilang.

Anda bisa memperbanyak minum air putih ataupun mengonsumsi jus buah yang meningkatkan kadar potasium dan sodium tubuh.

3. Pilah-pilih makanan yang tepat

Diare pada ibu hamil bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau makanan-makanan lain yang bisa memperparah gejala dan memicu masalah pencernaan, seperti makanan pedas, asam, atau mengandung kafein.

Begitupun dengan makanan dengan kadar lemak tinggi seperti gorengan, makanan berbahan dasar susu, dan yang mengandung serat tinggi. Cobalah untuk mengonsumsi makanan berserat dalam porsi yang seimbang.

Jika dalam cara yang disebutkan sebelumnya beberapa jenis makanan perlu dihindari, maka makanan yang tepat untuk mengatasi diare pada ibu hamil?

Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna sekaligus membantu meningkatkan kadar elektrolit di dalam tubuh seperti buah pisang, kentang, nasi, dan roti. Konsumsi makanan tersebut dapat menjadi cara untuk bantu mengatasi diare pada ibu hamil.

4. Konsultasikan dengan dokter obat atau suplemen kehamilan yang sedang dikonsumsi

Efek samping konsumsi obat atau suplemen kehamilan dapat menyebabkan diare pada ibu hamil. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter mengenai obat atau suplemen kehamilan yang sedang dikonsumsiapabila mengalami diare selama berhari-hari. Apalagi jika sedang meminum obat-obatan jenis non-steroid antiinflamasi (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin.

Jika pengobatan tersebut penting untuk menunjang kesehatan ibu hamil, segera konsultasikan pada dokter untuk mengganti pengobatan yang lebih minim efek samping.

Suplemen kehamilan juga bisa menimbulkan reaksi alergi seperti mual, muntah-muntah, dan diare. Efek samping dari suplemen biasanya bisa dirasakan setelah beberapa kali mengonsumsi secara rutin. Segera hentikan penggunaannya ketika Anda mengalami diare.

Selain itu, ibu hamil juga bisa konsumsi obat antidiare sebagai cara mengatasi diare. Obat antidiare Entrostop dapat menjadi pilihan karena mampu menyerap racun dan toksin yang menjadi penyebab diare.