7 Cara Mengatasi Diare di Rumah dengan Cepat

Oleh Roby Rizki

7 Cara Mengatasi Diare di Rumah dengan Cepat

Saat diare datang menyerang, hal pertama yang akan Anda lakukan mungkin segera mencari tahu bagaimana cara yang efektif untuk mengatasinya. Kabar baiknya, sebagian besar kasus diare tidak selalu memerlukan bantuan ahli medis atau dokter. Anda dapat memulihkan diri dengan cara mengatasi diare di rumah. Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare?

Gejala dan penyebab diare yang penting untuk diketahui

Diare merupakan suatu kondisi ketika Anda buang air besar (BAB) dengan tekstur feses yang lembek dan berair (ampasnya hanya sedikit karena air lebih dari 70%), tiga kali, atau lebih dalam 24 jam. Diare dapat menjadi serius dan fatal, sehingga perlu segera diobati.

Beberapa orang biasanya mengalami diare beberapa kali dalam kurun waktu setahun. Diare berlangsung setidaknya dua sampai tiga hari, tetapi pada beberapa orang diare bisa berlangsung lebih dari tiga hari.

Gejala diare yang dapat Anda ketahui antara lain:

  • Mual
  • Sakit perut bagian atas
  • Kram
  • Kembung
  • Dehidrasi karena banyak cairan yang keluar
  • Demam
  • Feses berdarah
  • Rasa ingin buang air besar
  • BAB dalam jumlah banyak

Diare bisa berkembang lebih serius ketika Anda BAB lebih dari tiga kali sehari dan tidak minum banyak air. Hal ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Dalam kondisi diare, salah satu pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah minum banyak air. Ini sebagai langkah mencegah dehidrasi.

Gangguan pada saluran cerna ini juga biasa disebut mencret oleh sebagian orang. Diare atau mencret bisa disebabkan oleh:

  • Virus meliputi virus Norwalk, infeksi rotavirus pada anak, bahkan virus penyebab COVID-19 juga berkaitan dengan diare
  • Bakteri dan parasit dari air minum atau makanan yang telah terkontaminasi dapat menyebabkan diare
  • Obat-obatan, seperti antibiotik atau obat kanker
  • Intoleransi laktosa
  • Gula alami (fruktosa) pada buah-buahan dan madu jika perut tidak dapat mencerna fruktosa dengan baik
  • Pemanis buatan

Diare perlu segera diatasi karena bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi akibat diare dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Tanda-tanda dehidrasi adalah:

  • Haus terus-menerus
  • Mulut atau kulit kering
  • Jarang atau tidak buang air kecil
  • Pusing
  • Kelelahan atau tubuh terasa lemah
  • Air seni berwarna gelap

Kemudian, tanda-tanda anak kecil atau bayi mengalami dehidrasi adalah:

  • Popok tetap kering setelah 3 jam atau lebih
  • Mulut dan lidah kering
  • Demam di atas 39°C
  • Menangis, tetapi tidak mengeluarkan air mata
  • Rewel, mengantuk, tidak responsif
  • Pipi, mata, dan perut terlihat cekung

Baca juga: Cara Membuat Oralit Mudah di Rumah

Cara efektif mengatasi diare di rumah

Virus atau bakteri biasanya menjadi penyebab diare yang Anda alami dan akan hilang dengan sendirinya setelah dua atau tiga hari. Hanya saja, Anda akan merasa sangat terganggu selama mengalami diare sehingga ingin mengobati diare lebih cepat.

Gejala yang umum terjadi ketika diare adalah:

  • Buang air besar lebih dari 3 kali sehari dan feses terdiri dari 70% air
  • Kram di bagian perut
  • Kembung

Untuk meringankan gejala dan membantu mengatasi diare, beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan di rumah. Di antaranya:

1. Minum obat diare

Dilansir dari situs U.S Department of Health and Human Services, umumnya diare dapat diatasi dengan obat yang dijual di apotek. Salah satu obat yang efektif membantu mengatasi diare di rumah adalah Entrostop.

Tak hanya mengurangi frekuensi buang air untuk mengatasi diare, obat ini bekerja dengan cara menyerap kuman atau virus penyebab diare lalu dikeluarkan melalui feses.

Namun jika terdapat darah pada feses atau diare berlangsung lebih dari dua hari, Anda disarankan untuk segera menemui dokter.

2. Mengatasi diare dengan cara minum banyak cairan

Satu dari masalah kesehatan yang berbahaya dan dapat ditimbulkan oleh diare adalah dehidrasi. Wajar saja, selama diare Anda akan banyak kehilangan cairan dan elektrolit (seperti sodium, potasium, kalsium, dan magnesium) yang dibutuhkan agar tubuh dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Sering minum air atau cairan merupakan bagian dari cara untuk mengatasi diare di rumah. Anda perlu banyak minum air putih dan cairan lain seperti minuman yang mengandung elektrolit dan sup.

Di sisi lain, hindari minuman yang dapat mengiritasi saluran cerna, contohnya:

  • Kopi dan teh
  • Alkohol
  • Minuman berkarbonasi
  • Susu
  • Soda

3. Mengonsumsi makanan dan minuman sumber probiotik

Probiotik merupakan sumber dari bakteri “baik” yang dibutuhkan tubuh agar kondisi saluran cerna termasuk usus tetap sehat sehingga dapat membantu melawan infeksi. Anda dapat mengonsumsi makanan sumber probiotik sebagai bagian dari upaya mengatasi diare di rumah.

Makanan dengan kandungan probiotik adalah makanan2 yang difermentasi di antaranya:

  • Yogurt
  • Tempe
  • Coklat hitam
  • Keju fermentasi
  • Acar

Baca juga: Haruskah Minum Antibiotik untuk Diare?

4. Mengatasi diare dengan cara menghindari makanan tertentu

Untuk dapat mengatasi diare di rumah, Anda perlu memperhatikan asupan makanan dengan cara menghindari makanan yang:

  • berminyak atau yang digoreng
  • tinggi lemak
  • pedas
  • mengandung pemanis buatan
  • memiliki kadar fruktosa yang tinggi

Hal ini dikarenakan makanan tersebut tidak dapat ditoleransi dengan baik ketika seseorang sedang mengalami diare. Anda juga perlu mempertimbangkan untuk membatasi makanan berserat tinggi, termasuk buah dan sayur.

Contoh makanan yang sebaiknya dihindari ketika diare adalah:

  • Kembang kol
  • Brokoli
  • Kopi
  • Jagung
  • Es krim
  • Paprika
  • Sayuran hijau
  • Buncis

5. Makanan yang harus dikonsumsi

Jika makanan sehat seperti sayur dan buah perlu dihindari, apa yang bisa dikonsumsi orang yang mengalami diare?

Meski terdengar banyak makanan yang dilarang, makanan tertentu dapat membantu meringankan gejala dan berfungsi untuk mengatasi diare. Contoh makanan yang aman dikonsumsi selama diare sekaligus dapat menghentikan feses cair adalah pisang, nasi, dan roti panggang.

Makanan lain yang dapat ditoleransi saat diare adalah:

  • Oatmeal
  • Kentang rebus atau kukus (dikupas)
  • Ayam kukus tanpa kulit
  • Sup ayam (yang juga membantu menambah cairan tubuh)

6. Mengatasi diare dengan cara minum teh herbal

Teh sebenarnya perlu dihindari saat diare karena mengandung kafein. Oleh karena itu, pilih teh herbal yang berasal dari tanaman lain sebagai cara untuk mengatasi diare, seperti:

  • Jahe
  • Mint
  • Kayu manis
  • Chamomile

Masing-masing dari teh herbal tersebut memberikan manfaat yang berbeda-beda.

7. Mengurangi aktivitas olahraga

Anda sebenarnya masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari jika hanya mengalami diare ringan. Namun, pertimbangkan lagi jika akan melakukan olahraga. Ketika diare, tubuh rentan mengalami dehidrasi dan olahraga dapat mempercepat tubuh mengeluarkan cairan.

Apabila Anda berkesempatan untuk beristirahat di rumah saat diare, usahakan untuk tetap berbaring karena hal ini dapat membantu mengatasi rasa sakit di perut.

Cara mengatasi diare di rumah tidak sulit untuk dilakukan. Anda hanya perlu disiplin menjaga asupan makanan dan memilih obat yang tepat seperti Entrostop. Dapatkan Entrostop segera di toko obat terdekat!

 

Referensi:

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2019, July 23). Treatment for Diarrhea | NIDDK. Retrieved February 21, 2020

Medical News Today | 5 simple home remedies for diarrhea. (n.d.). Retrieved February 21, 2020

Bowman, J. (2015, February 23). The 5 Most Effective Diarrhea Remedies. Retrieved February 21, 2020

Medical News Today | 21 home and natural remedies for upset stomach and indigestion. (n.d.). Retrieved February 21, 2020

Cunha, J. (n.d.). Diarrhea Treatment, Symptoms, Causes & Home Remedies. Retrieved February 21, 2020

Thomas, K. (2018, May 10). 10 Natural Diarrhea Remedies to Make You Feel Better Instantly. Retrieved February 21, 2020

Mayo Clinic | Diarrhea – Symptoms and causes. (n.d.). Retrieved February 22, 2020

Sehat Negeriku – Kemenkes RI | Kenali Diare pada Anak Dan Cara Pencegahannya. (2020, 20). Retrieved July 23, 2020