Ketahui Cara Mencegah Diare pada Anak

Oleh Amanda

Ketahui Cara Mencegah Diare pada Anak

Aktivitas anak bisa terganggu karena diare yang menyerang. Apalagi penyakit ini sangat umum dialami di kalangan anak-anak, apalagi saat musim hujan.

Tapi ibu tidak perlu khawatir. Di manapun si kecil bermain di tengah cuaca yang tidak menentu, diare tetap dapat dicegah. Langkah preventif bisa dilakukan dengan menghindari penyebabnya.

Kini, saatnya ibu mengetahui langkah tepat untuk mencegah terjadinya diare pada si kecil.

Mencegah diare pada anak dengan menghindari penyebabnya

Diare ditandai dengan feses berubah tekstur menjadi lebih lembek seperti bubur sampai ke cair dan frekuensi BAB yang sering, lebih dari 3 kali per hari. Kadang disertai dengan demam, sakit perut, kembung, mual, dan muntah. Tidak kenal usia, diare juga bisa menyerang anak-anak.

Bila dikulik dari penyebabnya, secara umum diare diakibatkan oleh bakteri dari makanan atau air. Bakteri tersebut biasanya berasal dari feses yang mengontaminasi makanan. Ketika masuk ke dalam tubuh, bakteri berkembang, menyebabkan infeksi, dan menimbulkan gejala.

Biasanya infeksi bakteri Clostridium difficile dapat menyebabkan terjadinya diare. Karena penularannya yang mudah, orangtua perlu mengingatkan anak-anak untuk menjaga kebersihan diri dan makanannya.

Maka itu, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari sumbernya. Ketahui bagaimana cara mencegah diare pada anak secara mudah.

Tips mencegah diare pada anak secara tepat

Agar anak tetap senantiasa aktif dan fokus pada pelajaran di sekolah tanpa terganggu diare, ada cara untuk mencegahnya.

Untuk para orangtua, berikut cara mencegah diare pada anak.

1. Pastikan anak selalu mencuci tangan

Coba perhatikan kebiasaan anak, apakah ia mencuci tangan setiap kali setelah ke toilet, bermain dari luar, atau sebelum makan. Mencuci tangan sebagai cara mudah untuk mencegah diare pada anak.

Karena penyebaran infeksi diare tidak hanya dari makanan saja, tetapi dari satu orang ke orang lainnya. Mungkin saja tangan anak terpapar oleh bakteri penyebab diare, kemudian ia menggigit kukunya, mengisap jempolnya, atau memasukkan benda yang terkontaminasi dalam mulutnya. Oleh karenanya, penting untuk mencuci tangan.

Bila kondisi tak memungkinkan, selalu sedia hand sanitizer dengan minimal 60% alkohol untuk membasmi bakteri pada tangan anak.

2. Tetap menjaga kebersihan toilet

Penyebaran diare juga bisa dari toilet. Karena toilet adalah tempat “pembuangan” di mana banyak bakteri yang bisa menginfeksi, orangtua perlu menjaga kebersihan toilet. 

Termasuk wastafel, kloset, bak mandi, dan sudut-sudut kamar mandi. Langkah tepat ini dapat meminimalkan risiko infeksi diare pada anak.

3. Mencuci buah dan sayur

Sebelum disantap, orangtua perlu memastikan bahwa buah dan sayur perlu dicuci dengan bersih. Mungkin saja bakteri penyebab diare bisa hinggap pada sayuran dan buah saat dalam proses pendistribusian hingga sampai ke tangan kansumen.

Anda juga bisa mengajaknya untuk mencuci buah dan sayur, serta mengedukasi bahwa tindakan kecil ini penting untuk mencegah diare.

4. Menyimpan dan memasak daging dengan benar

Sesaat setelah ibu belanja daging dari supermarket, ada baiknya untuk segera menyimpannya di dalam kulkas. Hal ini dilakukan agar meminimalkan bakteri yang hinggap pada daging.

Saat memasaknya, pastikan daging benar-benar matang, tanpa menyisakan warna merah muda. Sehingga saat disantap anak, ia bisa terhindar dari bakteri yang menyebabkan diare dan menikmati manfaat sehat dari olahan daging.

5. Jauhkan binatang peliharaan dari area makanan

Apakah Anda pelihara anjing, kucing, burung, dan lainnya? Nah, sebaiknya Anda memisahkan area binatang peliharaan dengan area dapur atau ruang makan.

Pasalnya, menggabungkan area tempat makan dan berbagi makanan dengan hewan peliharaan bisa meningkatkan risiko diare, karena meningkatkan kemungkinan pencemaran kotoran terhadap makananan.

Jika Anda memelihara hewan, pastikan untuk menjaga kebersihan hewan dan kandangnya. Bila si kecil suka bermain dengan hewan peliharaan, ingatkan untuk mencuci tangan setelahnya.

Dengan memerhatikan kebersihan sederhana ini, Anda turut melindungi keluarga dari infeksi diare. Selalu sedia Entrostop Herbal Anak di rumah jika sewaktu-waktu si kecil terkena diare.

Entrostop Herbal Anak mengandung ekstrak daun jambu biji, ekstrak daun teh, ekstrak jahe, serta ekstrak kunyit. Keempat kandungan utama ini bekerja sama meredakan gejala mulas, mual, dan kembung pada anak diare.

 

 

Sumber:

Diarrhea. https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html. Diakses 19 Desember 2019.

Diarrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241. Diakses 19 Desember 2019.

Pectin. https://www.drugs.com/npp/pectin.html. Diakses 19 Desember 2019.

Zaid, M.A., Hasan, M., & Khan, A.A. (1995). Attapulgite in the treatment of acute diarrhoea: a double-blind placebo-controlled study. Journal of diarrhoeal diseases research, 13 1, 44-6. Diakses 19 Desember 2019.

https://emedicine.medscape.com/article/928598-overview