Cabe Bikin Diare, Gosip Atau Fakta?

Oleh Shantika

Cabe Bikin Diare, Gosip Atau Fakta?
Siapa sih yang tidak suka pedas cabe? Cabe telah menjadi teman makan setiap orang. Namun, apakah mitos atau fakta diare dapat terjadi karena makan cabe? Jawabannya adalah fakta! Cabe memang dapat menyebabkan perut sakit hingga berujung ke diare. Apa ya alasannya? Simak jawabannya di bawah ini!

Apa penyebab diare setelah makan cabe?

Alasan utama pedas atau cabe bikin diare adalah kandungan zat capsaicin yang ada padanya. Capsaicin mampu memberikan rasa panas atau membakar anggota tubuh. Selain itu, capsaicin juga merupakan senyawa stimulan sehingga anggota tubuh lainnya dapat mengalami reaksi lain akibat panas tersebut. Seperti menangis saat makan cabe.

Tingkat rasa pedas yang dihasilkan cabe berbeda-beda, tergantung kandungan zat capsaicin yang ada padanya. Semakin banyak capsaicin, semakin pedas suatu cabe atau makanan. Pemegang rekor cabe terpedas adalah Pepper-X dengan skala 3,180,000 SHU sedangkan cabe rawit biasa hanya 30,000-50,000 SHU. Jika dikonsumsi berlebihan, bisa mengakibatkan masalah pada sistem pencernaan seperti sakit perut atau diare. 

Kenapa diare dapat terjadi karena makan cabe?

Diare karena makan cabe berawal dari sakit perut yang dirasakan karena capsaicin mengiritasi saluran pencernaan seperti usus dan lambung. Sakitnya juga terasa saat buang air besar. 

Panas yang dihasilkan capsaicin mendorong saraf penerima Transient Potential Vanilloid 1 Receptors (TRPV1) untuk mengirimkan sinyal ke otak sehingga anggota tubuh lain bereaksi. Salah satunya adalah usus bekerja yang lebih cepat sebagai reaksi pertahanan. 

Di sisi lain, kekebalan tubuh sedang melawan dan memperbaiki bagian tubuh yang terkena iritasi. Jika makanan pedas terus masuk ke saluran pencernaan, kekebalan tubuh akan bekerja lebih keras sehingga perut menjadi sakit. Hal ini mengakibatkan usus besar tidak mampu menyerap air dengan baik dan membuat Anda bolak-balik ke toilet karena diare.

Manfaat capsaicin

Penyebab diare memang bisa karena makan cabe. Namun, capsaicin yang dikonsumsi dalam takaran wajar pun dapat memberi manfaat bagi tubuh, lho. Sebuah riset Open Heart yang dilakukan pada hewan, melihat potensi capsaicin dalam dukung kesehatan tubuh. Disebutkan bahwa capsaicin memiliki efek gastroprotektif atau melindungi lambung, maupun mendukung metabolisme tubuh.

Kabar baik dari penelitian lainnya dalam jurnal Appetite, capsaicin juga membantu Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Capsaicin mendukung pembakaran energi sekitar 50 kkal per hari dan mengatur selera makan seseorang dan mendorong kerja metabolisme tubuh sampai dengan 10%. Peneliti juga mengatakan mendukung penurunan berat badan dalam jangka waktu 1-2 tahun. 

Selain itu, capsaicin mampu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, meredakan pilek, mengatasi masalah kulit, dan menjadi zat anti kanker. 

Pertolongan pertama untuk diare karena makan cabe

Lantas, haruskah menghindari makan cabe? Tidak juga, kok. Anda tetap bisa mengonsumsi makanan pedas, tetapi jangan berlebihan, seperlunya saja. Segala sesuatu yang kekurangan atau kelebihan memang tidak baik. Lalu, apa yang harus Anda lakukan bila sudah terlanjur makan cabe?

Jika Anda mengalami diare karena makan cabe, selalu sediakan obat diare sebagai pertolongan pertama seperti Entrostop. Entrostop mengandung Attapulgite dan Pectin yang berfungsi untuk menyerap racun, toksin, bakteri, virus penyebab diare, dan menghentikan diare. Jadi, tidak perlu lagi khawatir makan cabe!

 

Referensi:

Is Your Favorite Spicy Food Damaging Your Stomach? | | Keck Medicine of USC. (2019). Retrieved 9 March 2021

A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous? – UChicago Medicine. (2018). Retrieved 9 March 2021

Capsaicin: When the “Chili” Is Too Hot. (2014, June 19). Poison Control. Retrieved 9 March 2021

Frias, B., & Merighi, A. (2016). Capsaicin, Nociception and pain. Molecules, 21(6), 797

A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous? (2018, September 23). Hospitals, Clinics & Doctors in IL – UChicago Medicine. Retrieved 9 March 2021

Whiting, S., Derbyshire, E., & Tiwari, B. (2012). Capsaicinoids and capsinoids. A potential role for weight management? A systematic review of the evidence. Appetite, 59(2), 341-348. doi: 10.1016/j.appet.2012.05.015

McCarty, M., DiNicolantonio, J., & O’Keefe, J. (2015). Capsaicin may have important potential for promoting vascular and metabolic health: Table 1. Open Heart, 2(1), e000262. doi: 10.1136/openhrt-2015-000262

The Scoville Scale for Chilly Peppers. 2019. Scovillescale.org. Retrieved 9 March 2021