3 Bahaya dari Makan Pedas yang Sering Tidak Disadari

Oleh Roby

3 Bahaya dari Makan Pedas yang Sering Tidak Disadari

Hampir sebagian besar orang biasanya menikmati jenis makanan pedas. Mulai dari jajanan hingga makanan pokok pasti dibumbui dengan yang namanya cabai. Sensasi terbakar di lidah bukannya membuat berhenti, melainkan dapat menambah nafsu makan. Namun, apakah Anda pernah mencari tahu bahaya makan pedas bagi kesehatan?

Hal yang terjadi dalam tubuh ketika makan pedas

Sebenarnya makanan pedas memiliki manfaat kesehatan. Manfaat ini berasal dari kandungan kapsaisin, atau capsaicin, yang merupakan penyebab utama rasa pedas pada cabai.

Bahkan, dilansir dari laman UChicagoMedicine.org, seseorang yang mengonsumsi makanan pedas 6 atau 7 hari dalam seminggu memiliki risiko kematian yang lebih rendah hingga 14 persen dibandingkan yang hanya makan satu atau kurang dari satu kali dalam seminggu.

Hanya saja, dampak dari makan pedas tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tetapi juga terdapat bahaya yang mungkin sebagian sudah pernah Anda rasakan. Apa saja di antaranya? Berikut beberapa kondisi kesehatan yang dapat dipicu oleh makanan pedas.

Menyebabkan nyeri atau sakit perut

Salah satu dampak yang mungkin paling sering orang rasakan setelah mengonsumsi makanan pedas adalah sakit perut.

Bahaya makan pedas satu ini memang sudah dibuktikan oleh sebuah studi yang menyoroti seringnya makan pedas dapat memicu gejala gastrointestinal (pencernaan) bagian atas pada beberapa orang yang memiliki dispepsia atau gangguan pencernaan.

Memicu gejala IBS (Irritable Bowel Syndrome)

IBS atau sindrom iritasi usus besar merupakan gangguan pada pencernaan yang memiliki gejala seperti:

  • Nyeri di bagian perut
  • Kram
  • Kembung
  • Meningkatnya produksi gas
  • Diare, sembelit atau keduanya sekaligus

IBS merupakan kondisi kronis yang memerlukan perawatan dalam jangka panjang. Salah satu faktor yang dapat memicu gejala dari IBS adalah makanan pedas.

Sebagian besar orang dapat mengontrol kondisi ini dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan menghindari stres. Oleh karena itu, apabila Anda mengidap IBS, sebaiknya Anda mengurangi atau menghindari makanan pedas.

Penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi makanan pedas lebih dari atau sebanyak 10 kali dalam seminggu kemungkinan akan mengidap IBS hingga 92% dibandingkan mereka yang tidak pernah makan pedas.

Salah satu penyebab diare

Sumber rasa pedas dari olahan makanan yang Anda konsumsi adalah kapsaisin. Kapsaisin memiliki sifat mengiritasi, maka tidak heran jika mata atau kulit terpapar cabai seringkali terasa panas atau memicu sensasi terbakar.

Oleh sebab itu, tidak heran jika organ dalam sistem pencernaan dapat teriritasi juga. Sebagian orang yang terbiasa mengonsumsi makanan pedas mungkin dapat mentoleransi efek dari kapsaisin ini. Akan tetapi, untuk orang yang memiliki sistem cerna yang sensitif, salah satu dampak yang dapat dialami adalah diare.

Ketika kapsaisin mengiritasi usus kecil, pergerakan usus akan menjadi lebih cepat dan segera berpindah ke usus besar. Proses pencernaan seharusnya melambat ketika sampai di usus besar, tapi kapsaisin memicu proses jadi lebih jadi lebih cepat juga.

Hal ini menyebabkan usus besar tidak sempat menyerap air dan menyebabkan frekuensi BAB jadi meningkat. Selain itu, efek dari kapsaisin yang mungkin dirasakan orang adalah rasa terbakar pada anus.

Untuk bantu atasi masalah pencernaan karena dampak atau bahaya dari makan pedas terutama ketika terjadi diare, Anda dapat minum Entrostop. Manfaat dari obat diare satu ini adalah membantu mengurangi frekuensi BAB sekaligus kembali mengembalikan tekstur feses menjadi lebih padat.

Bahaya dari makan hidangan pedas sebenarnya dapat dihindari apabila Anda dapat menyesuaikan diri dengan kondisi kesehatan diri sendiri. Apabila sudah terlanjur ketagihan dengan jenis makanan ini, pastikan untuk mengatur konsumsinya dan tidak berlebihan.

 

Referensi:

The University of Chicago Medicine. (2018). A hot topic: Are spicy foods healthy or dangerous? Retrieved July 30, 2020, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/health-and-wellness-articles/spicy-foods-healthy-or-dangerous

Esmaillzadeh, A. (2013). Consumption of spicy foods and the prevalence of irritable bowel syndrome. World Journal of Gastroenterology, 19(38), 6465. https://doi.org/10.3748/wjg.v19.i38.6465

Mayo Clinic. (2018). Irritable bowel syndrome – Symptoms and causes. Retrieved July 30, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016#:~:text=Irritable%20bowel%20syndrome%20(IBS)%20is

Frias, B., & Merighi, A. (2016). Capsaicin, Nociception and Pain. Molecules, 21(6), 797. https://doi.org/10.3390/molecules21060797

Chang, A., Rosani, A., & Quick, J. (2020). Capsaicin. Retrieved July 30, 2020, from PubMed website: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459168/

Lee, S.-Y., Masaoka, T., Han, H. S., Matsuzaki, J., Hong, M. J., Fukuhara, S., … Suzuki, H. (2016). A prospective study on symptom generation according to spicy food intake and TRPV1 genotypes in functional dyspepsia patients. Neurogastroenterology and Motility: The Official Journal of the European Gastrointestinal Motility Society, 28(9), 1401–1408. https://doi.org/10.1111/nmo.12841