Buang Air Besar Cair, Gejala Penyakit Apa?

Oleh Willy

Buang Air Besar Cair, Gejala Penyakit Apa?

BAB cair tidak semata-mata gejala diare. Sering mengalami gejala ini bisa jadi merupakan kondisi medis yang lebih serius. Maka dari itu, ayo kenali apa saja penyakit-penyakit di sistem pencernaan yang memiliki gejala ini.

Penyakit dengan gejala BAB cair

Apabila Anda sering mencret, ada baiknya jika diberi perhatian khusus. Alasannya karena BAB cair yang sering kambuh bisa jadi tanda-tanda penyakit di bawah ini.

Peradangan usus buntu alias apendisitis

Mengutip dari NHS Inform, gejala peradangan usus buntu ditandai dengan nyeri di tengah perut. Nyeri ini dapat datang dan pergi kapan saja. Umumnya, nyeri akan berpindah ke lokasi usus buntu di sisi kanan bawah perut.

Selain itu, mencret, mual, dan demam juga merupakan gejala kondisi ini.

Irritable bowel syndrome (IBS)

Sindrom iritasi usus besar merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi. Tanda dan gejala IBS meliputi:

  • Kram perut
  • Perut kembung
  • BAB cair alias diare
  • Sembelit

Walaupun umum dan tidak membahayakan kesehatan fisik, sayangnya masih banyak tanda tanya seputar penyakit ini menurut National Health Security (NHS). Contohnya, belum ada obat yang dapat mengobati IBS sehingga perawatan hanya mengendalikan gejala yang dirasakan.

Kemudian, penyebab pasti kondisi ini masih belum diketahui. Hingga saat ini IBS dikaitkan dengan terlalu cepat atau lambatnya makanan melewati sistem pencernaan, saraf yang sensitif, stres bahkan riwayat medis keluarga.

Penyakit radang usus

Penyakit radang usus merupakan istilah untuk dua penyakit yang memicu peradangan pada saluran pencernaan. Dua kondisi tersebut umum dikenal dengan nama penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Penyakit Crohn dapat menyerang seluruh saluran pencernaan yang dimulai dari mulut hingga anus. Namun, lebih sering menyerang usus kecil.

Sementara itu, kolitis ulseratif hanya terjadi pada area usus besar dan dubur. Radang akibat kolitis ulseratif juga hanya terjadi pada dinding dalam usus besar, tidak seperti penyakit Crohn yang dapat menimbulkan peradangan di lapisan lainnya.

Persamaan dari dua kondisi ini terdapat pada gejalanya. Gejala penyakit radang usus adalah:

  • BAB cair berkepanjangan
  • Nyeri perut
  • BAB berdarah atau pendarahan di dubur
  • Berat badan menurun
  • Mudah kelelahan

Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah kondisi autoimun yang membuat tubuh bereaksi ketika mencerna gluten. Gluten sendiri merupakan protein yang dapat ditemukan di dalam gandum, gandum hitam, dan jelai. 

Mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh pada penderitanya. Reaksinya dapat berupa peradangan kronis.

Sama seperti IBS, kondisi ini masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Gejala yang dialami oleh penderita penyakit celiac juga umumnya sama dengan penyakit IBS, seperti BAB cair atau tidak ada gejala sama sekali.

Malabsorpsi asam empedu

Malabsorpsi asam empedu membuat zat empedu yang diproduksi oleh liver menumpuk di sistem pencernaan. Diare atau mencret merupakan gejala utama dari penyakit ini.

Selain itu, menurut Guts UK, gejala lainnya dapat menyerupai gejala penyakit IBS. Oleh sebab itu, terkadang beberapa penderita IBS justru mengalami malabsorpsi jenis ini dan tidak terdiagnosis.

Mengatasi BAB cair

Ketika sedang diare, aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Contohnya, saat mengalami mencret perasaan khawatir bisa muncul ketika ingin berangkat kerja. Kemudian, kegiatan olahraga juga harus dilewati karena tubuh sedang lemas.

Oleh sebab itu, ketika diare menyerang, atasi dengan Entrostop. Kandungan attapulgite dan pectin membantu menyerap racun penyebab diare, memadatkan tinja, dan mengurangi frekuensi BAB.

Alhasil, Anda dapat kembali melanjutkan hari. Risiko dehidrasi pun turut menurun karena frekuensi BAB telah berkurang. Jangan lupa untuk tetap minum oralit dan membaca aturan pakai sebelum mengonsumsi obat.

Apabila mencret telah berlangsung lama dan tidak reda walaupun sudah diobati, harap konsultasi dengan dokter. Dengan begitu, kondisi Anda dapat dievaluasi dan menyingkirkan kemungkinan diare terjadi karena gejala penyakit-penyakit di atas.

Referensi

Appendicitis symptoms and treatments. (n.d.). NHS inform – Scottish health information you can trust | NHS inform. Retrieved July 28, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/appendicitis#symptoms-of-appendicitis

Bile acid malabsorption. (2020, May 13). Guts UK. Retrieved July 28, 2020, from https://gutscharity.org.uk/advice-and-information/conditions/bile-acid-malabsorption/

Diarrhoea causes and treatments. (n.d.). NHS inform – Scottish health information you can trust | NHS inform. Retrieved July 28, 2020, from https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/diarrhoea#causes-of-diarrhoea

Irritable bowel syndrome (IBS). (2017, October 24). nhs.uk. Retrieved July 28, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/irritable-bowel-syndrome-ibs/

What is inflammatory bowel disease (IBD)? (2020, May 11). Retrieved July 28, 2020, from https://www.cdc.gov/ibd/what-is-IBD.htm