Apakah Diare Penyakit Menular?

Oleh Manda

Apakah Diare Penyakit Menular?

Pasti Anda pernah merawat anggota keluarga yang mengalami sakit diare. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya, perlukah berhati-hati ketika ada orang terdekat yang sakit diare? Apakah diare adalah penyakit menular? Yuk, kulik jawabannya di bawah ini. 

Menjawab apakah diare bisa menular atau tidak

Diare adalah salah satu penyakit yang mengganggu sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan gejala BAB lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur feses yang cair (lebih dari 70 persen berupa air).

Untuk mengetahui apakah diare menular atau tidak, kita perlu melihat dari jenis diarenya. Terdapat dua jenis diare, yakni:

  • Diare non infeksi, biasanya disebabkan oleh racun, penyakit tertentu (seperti fibrosis kistik), atau efek samping antibiotik. Adapun kondisi kesehatan, seperti intoleransi laktosa, yang memicu diare.
  • Diare dengan infeksi, ketika adanya infeksi yang bersumber dari virus, parasit, maupun bakteri. Transmisi awal dimulai dari makanan atau minuman yang terpapar kuman penyebab diare ataupun sanitasi lingkungan yang buruk.

Diare non infeksi bukanlah kondisi yang menular. Namun, untuk diare dengan infeksi dapat menular dari orang ke orang. Biasanya virus dan bakteri penyebab diare dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya jika ia tidak memperhatikan kebersihan diri.

Virus yang biasanya membawa diare adalah norovirus dan rotavirus. Biasanya virus ini menyerang pada anak-anak. Sementara, bakteri yang sering memicu terjadinya diare adalah Salmonella, E. Coli, maupun Campylobacter. 

Biasanya masa inkubasi diare atau penularan setelah seseorang terpapar hingga timbul gejala, terjadi sekitar lima hari. Karena bakteri dan virus penyebab diare tak kasat mata, kita perlu memahami kemungkinan penularan diare antar manusia yang dapat terjadi.

Bagaimana penularan diare dapat terjadi?

Setelah mengetahui apakah diare dapat menular, kini saatnya mengetahui seperti apa penularan terjadi dari orang ke orang. Transmisi diare diketahui ketika kebersihan diri dan lingkungan sekitar tidak terjaga.

Namun, mungkin tak banyak yang menyadari bahwa risiko penularan besar terjadi ketika kita berhadapan langsung dengan orang yang mengalami diare. Berikut cara penularan yang perlu Anda ketahui.

Penularan tidak langsung

Apakah Anda menyadari, kondisi ini dapat menular melalui benda-benda yang juga digunakan oleh penderita diare? Bila orang tersebut tidak memperhatikan kebersihan dirinya, misalnya tidak mencuci tangan setelah BAB dan menyentuh benda-benda di sekitarnya.

Di samping itu, ketika seseorang mengalami cepirit atau tidak sengaja mengeluarkan BAB dan mengotori seprai maupun pakaiannya, barang yang terkontaminasi ini pun bisa menjadi medium penularan diare secara tidak langsung.

Orang yang merawat penderita diare dan mencuci seprai serta pakaiannya, tentu berisiko tertular diare juga. Kuman yang bisa berpindah ke tangan bisa saja masuk ke dalam tubuh jika ada kontak dengan mulut.

Penularan secara langsung

Diare bisa ditularkan orang ke orang melalui sentuhan langsung. Pada saat kebersihan diri tidak terjaga, terutama tangan, dapat memberi peluang perpindahan kuman ke tangan.

Risiko besar umumnya terjadi bagi mereka yang merawat orang diare. Misalnya, saat membasuh bokong orang yang BAB. Selain itu, diare dapat tertular melalui berjabat tangan dengan orang yang mengalami diare dan tak memperhatikan kebersihan diri. 

Kadang kala, kita tidak menyadari bahwa risiko ada di sekitar kita. Bagaimanapun, kita perlu meminimalkan risiko diare, meskipun kita hidup dengan orang yang mengalami gangguan pencernaan ini.

Oleh karenanya, kebersihan diri perlu diperhatikan pada orang yang sakit diare maupun mereka yang sedang merawatnya.

Cara mencegah penularan diare

Diare memang menular, hanya saja apakah kita siap mendirikan pagar agar tidak mudah terjangkit. Ada beberapa cara yang direkomendasikan oleh The National Center for Biotechnology Information untuk membentengi diri dari penularan diare. 

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik, terutama sebelum makan maupun menyiapkan makanan, setelah BAB, atau kontak dengan orang yang mengalami diare
  • Mencuci pakaian dengan air bersuhu 60°C agar kuman penyebab diare mati
  • Membersihkan barang-barang, terutama mainan anak-anak
  • Rutin membersihkan kamar mandi, terutama toilet
  • Tidak ikut menyiapkan makanan bagi Anda yang mengalami diare

Jika Anda menemukan gejala diare, segera redakan dengan minum obat diare. Entrostop mengandung attapulgite dan pectin. Keduanya bekerja dengan menyerap kuman atau virus, mengeluarkannya lewat BAB, dan menghentikan diare. Jangan lupa untuk membaca aturan pakai, agar Entrostop bekerja optimal.

 

Referensi:

Diarrhoeal disease. (2017). Retrieved 24 July 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Overview, D. (2019). Diarrhea: Overview. Institute For Quality And Efficiency In Health Care (Iqwig). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK373090/

Controlling the Spread of Infections|Health and Safety Concerns. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.cdc.gov/disasters/disease/infectevac.html

(2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.dhhs.nh.gov/dphs/cdcs/documents/diarrhea.pdf

Barr, W., & Smith, A. (2014). Acute Diarrhea in Adults. American Family Physician, 89(3), 180-189. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2014/0201/p180.html

Centre for Health Protection, Department of Health – Acute Diarrhoeal Diseases. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.chp.gov.hk/en/healthtopics/content/24/10.html